Mengenal Marie Thomas, Sosok Dokter Wanita Pertama Indonesia yang Dijadikan Google Doodle
Tekno

Marie Thomas menjadi wanita pertama yang masuk ke sekolah kedokteran STOVIA pada tahun 1912. Saat itu, ia menjadi satu-satunya murid wanita dari antara 180 murid laki-laki.

WowKeren - Google Doodle menampilkan karikatur dokter wanita yang tengah menggendong bayi pada Rabu (17/2) hari ini. Sosok dokter yang dijadikan Google Doodle tersebut adalah dokter wanita pertama di Indonesia, Marie Thomas.

Marie yang terlahir di Minahasa, Sulawesi Utara, tahun 1896 tersebut dijadikan Google Doodle tepat pada ulang tahunnya yang ke-125 hari ini. Melansir Kompas.com, Marie merupakan lulusan School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau sekolah kedokteran pada masa Hindia Belanda.

Sebagai informasi, sekolah kedokteran STOVIA awalnya hanya menerima murid laki-laki. Namun, Marie berhasil menjadi wanita pertama yang masuk ke sekolah kedokteran tersebut pada tahun 1912. Saat itu, ia menjadi satu-satunya murid wanita dari antara 180 murid laki-laki

Kesuksesan Marie masuk ke sekolah kodekteran STOVIA ini tak lepas dari peran dokter wanita pertama di Belanda yang bernama Aletta Jacob. Diketahui, Aletta mengunjungi Batavia pada 1912 kala ia tengah melakukan tur keliling dunia.


Dalam kesempatan tersebut, Aletta mendesak Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg agar wanita bumiputera dizinkan mendaftar dan mengenyam pendidikan kedokteran di STOVIA.

Hasilnya, Marie berhasil masuk ke STOVIA usai mendapat dukungan beasiswa dari Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA), sebuah perkumpulan yang membentuk dana pendidikan dokter Hindia wanita. Marie lantas lulus dari STOVIA pada tahun 1922 dan meraih gelar Indisc Arts (dokter Hindia).

Ia kemudian bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Weltevreden yang sekarang dikenal sebagai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Marie lantas pindah ke Padang, Sumatera Barat, mengikuti suaminya yang juga merupakan seorang dokter bernama Mohammad Joesoef. Di Padang, ia bekerja di Dienst der Volsgezondheid yang merupakan Layanan Kesehatan Masyarakat setempat.

Selain bekerja di fasilitas kesehatan, Marie juga mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi. Ia memang sering melakukan penelitian di bidang ginekologi dan kebidanan selama menjadi dokter. Tak heran jika ia juga dikenal sebagai ahli ginekologi dan kebidanan pertama di Indonesia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts