Wapres Ma'ruf Amin Ungkap Suntikan Vaksin Corona Tak Batalkan Puasa
Twitter/Kiyai_MarufAmin
Nasional
Vaksin COVID-19

Muncul pertanyaan apakah vaksinasi virus corona (COVID-19) bisa membatalkan ibadah puasa, mengingat bulan Ramadhan diperkirakan akan mulai pada April 2021 mendatang.

WowKeren - Program vaksinasi terus digencarkan pemerintah Indonesia dalam upaya memerangi pandemi virus corona (COVID-19). Terkait hal ini, muncul pertanyaan apakah vaksinasi COVID-19 bisa membatalkan ibadah puasa, mengingat bulan Ramadhan diperkirakan akan mulai pada April 2021 mendatang.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin lantas menegaskan bahwa vaksinasi tak akan membatalkan ibadah puasa. Ma'ruf menyebut bahwa program vaksinasi COVID-19 tetap akan berjalan pada bulan Ramadhan mendatang.

"Enggak apa-apa, karena itu bukan masuk dari lubang, kalau dari hidung lubang mulut. Nah (vaksinasi) ini kan enggak," tutur Ma'ruf pada Kamis (18/2). Ma'ruf sendiri telah menerima suntikan vaksin corona di kediaman dinasnya di Menteng, Jakarta, pada Rabu (17/2) kemarin.

Meski demikian, Ma'ruf tidak menjelaskan apakah vaksinasi di bulan Ramadhan akan digelar pada malam hari atau tetap pada siang hari. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sendiri telah berencana untuk menggelar vaksinasi di malam hari untuk umat Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan.


"Di bulan puasa, nanti vaksinasi akan dilakukan di malam hari," terang Jokowi di Istana Merdeka pada Rabu kemarin. "Tapi saat siang hari, tetap bisa dilakukan di daerah-daerah yang non-muslim."

Di sisi lain, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF sempat menyebut bahwa penyuntikkan vaksin COVID-19 di bulan Ramadhan tidak akan membatalkan ibadah puasa. "Pendapat saya tidak (membatalkan) ya," kata Hasanuddin dilansir CNN Indonesia.

Lebih lanjut, Hasanuddin mengungkapkan bahwa hal yang bisa membatalkan puasa adalah masuknya makanan atau cairan dari lubang anggota tubuh manusia yang terbuka ke dalam perut. Selain itu, hubungan seks, haid, atau nifas juga membatalkan puasa.

Adapun penyuntikan vaksin dinilai Hasanuddin tidak termasuk hal yang bisa membatalkan puasa karena tidak masuk dari anggota tubuh yang terbuka. Apalagi vaksin corona kini menjadi obat yang sifatnya darurat dibutuhkan oleh manusia di masa pandemi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts