Pfizer 'Curi Start' Gelar Uji Coba Vaksin COVID-19 Pada Ibu Hamil
Dunia
Vaksin COVID-19

Pfizer-BioNTech mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 kepada 4.000 relawan wanita hamil yang sehat pada Kamis (18/2). Studi ini akan menguji wanita hamil berusia 18 tahun ke atas dari sejumlah negara mulai AS hingga Afrika Selatan.

WowKeren - Pfizer-BioNTech mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 buatannya kepada ibu hamil. Dikutip dari Asia One, Kamis (18/2), pengujian dilakukan secara internasional terhadap 4.000 relawan wanita hamil yang sehat.

Wanita hamil berisiko tinggi terhadap infeksi COVID-19. Banyak pejabat kesehatan telah merekomendasikan beberapa wanita hamil yang berada di profesi garis terdepan untuk menggunakan vaksin corona

Wakil Presiden Senior Penelitian dan Pengembangan Klinis Vaksin untuk Pfizer, Dr. William Gruber, mengatakan hasil penelitian baru akan keluar pada kuartal keempat tahun 2021. Ia juga menyebutkan bahwa sejauh ini data menunjukkan wanita hamil dengan COVID-19 memiliki tingkat risiko penyakit dan komplikasi yang lebih tinggi.

Peningkatan risiko tersebut membuat regulator AS dan penasihat kesehatan masyarakat ingin melakukan pengujian sejak dini. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui sepenuhnya tentang profil keselamatan dalam vaksinasi.


Pekan lalu, Institut Kesehatan Nasional AS meminta tak hanya wanita hamil, namun juga yang menyusui untuk turut diikutkan dalam penelitian vaksin corona ini. Di Amerika Serikat, pihak berwenang mewajibkan pembuat obat untuk melakukan studi keamanan pada hewan hamil sebelum vaksin diuji pada wanita hamil. Ini dilakukan untuk memastikan vaksin tersebut tidak membahayakan janin atau menyebabkan keguguran.

Pfizer mengatakan jika studi pada hewan itu tidak mengungkapkan risiko baru. Bahkan saat ini, wanita hamil di AS telah menerima dosisi pertama vaksin tersebut.

Studi ini akan menguji wanita hamil berusia 18 tahun ke atas di AS, Kanada, Argentina, Brasil, Chili, Mozambik, Afrika Selatan, Inggris, dan Spanyol. Wanita akan menerima vaksin selama minggu ke 24-34 kehamilan.

Mereka mendapatkan dua suntikan dengan jarak 21 hari - rejimen yang sama digunakan dalam uji klinis yang lebih besar. Uji coba tersebut juga akan menilai apakah wanita hamil yang divaksinasi akan mentransfer antibodi pelindung ke bayi yang mereka kandung.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts