Kabar Baik! GeNose Bakal Tersedia di 44 Stasiun Indonesia Mulai Tanggal Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menhub Budi Karya menyampaikan kabar baik mengenai tes COVID-19 sebagai syarat perjalanan jarak jauh. Tes dengan GeNose yang lebih terjangkau bakal tersedia di 44 stasiun Indonesia. Mulai kapan?

WowKeren - Syarat utama bagi penumpang kereta api jarak jauh selama pandemi virus corona adalah penumpang wajib membawa tes COVID-19. Tes COVID-19 yang diperbolehkan adalah swab test PCR, rapid test antigen, dan yang terbaru adalah layanan GeNose C19 buatan anak bangsa.

Dari seluruh tes COVID-19 yang ditawarkan sebagai syarat perjalanan jarak jauh, GeNose memang menjadi yang paling terjangkau. Tak heran jika layanan ini selalu diminati dan kerap memicu antrean bagi calon penumpang kereta. Namun, GeNose saat ini baru tersedia di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta.

Melihat tingginya minat pada GeNose, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya kini bersiap menambah layanan ini di stasiun lainnya. Ia kini telah menambah layanan GeNose di enam kota yaitu Bandung, Cirebon, Solo, Semarang, Surabaya, dan Solo. Targetnya, GeNose dapat diterapkan di stasiun yang tersebar di 44 kabupaten/kota dalam sebulan ke depan.

"Selain itu 44 kota, kita ingin 44 stasiun bisa dilengkapi perlengkapan GeNose itu dalam satu bulan ini," kata Budi seperti dilansir dari Kumparan, Jumat (19/2). "Saya lihat ada improvement. Di sini tadi sudah gunakan ruang bilik, meniup tidak berdekatan dengan orang lain. Ini input dari pakar bahwa harus ada penyekatan."


Budi sendiri baru saja meninjau secara langsung layanan GeNose yang terletak di stasiun Bandung. Ia memuji tersedianya bilik sekat bagi calon penumpang demi menjaga jarak satu sama lain sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sejak 15 Februari 2021 hingga 19 Februari, jumlah penumpang kereta api yang melakukan tes screening GeNose di Stasiun Bandung sudah mencapai 1.514 orang. Total sudah ada delapan stasiun yang menyediakan layanan tes kesehatan dengan GeNose.

Sebagai informasi, penggunaan GeNose sebagai alternatif tes kesehatan di stasiun kereta api mulai ditetapkan sejak 15 Februari 2021 di Jakarta dan Yogyakarta. Berbeda dengan metode usap atau swab PCR, pengambilan sampel GeNose berasal dari hembusan napas.

Berdasarkan situs resmi UGM, GeNose bisa mendeteksi virus corona lebih cepat dengan lama waktu pendeteksian sekitar 80 detik. Tarifnya pun lebih murah ketimbang tes lain, yaitu hanya Rp20 ribu satu kali tes dengan akurasi lebih dari 90 persen. Tak hanya itu, GeNose juga telah memperoleh izin penggunaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts