Bisa Jadi Bukan Menopause, Ini 7 Penyakit dengan Gejala yang Sama
picpedia.org
Health

Ada beberapa penyakit yang juga memiliki gejala yang hampir sama dengan kondisi menopause sehingga ada kalanya disalahartikan. Berikut beberapa di antaranya.

WowKeren - Menopause adalah kondisi yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi pada wanita secara alami. Kondisi ini biasanya dialami ketika wanita memasuki usia antara 45 hingga 55 tahun. Kondisi ini tak jarang menjadi momok bagi wanita.

Pasalnya, menopause pada umumnya turut membawa banyak perubahan pada tubuh wanita. Tak hanya penampilan fisik, namun juga kondisi psikologis, hasrat seksual, hingga kesuburan. Kondisi menopause ditandai dengan beberapa gejala.

Mulai dari rambut rontok, kulit kering, depresi, sulit tidur, hingga bertambahnya berat badan. Meski demikian, ada beberapa penyakit yang juga memiliki gejala yang hampir sama dengan menopause sehingga ada kalanya disalahartikan. Berikut beberapa penyakit dengan gejala yang mirip menopause.

(wk/zodi)

1. Penyakit Kardiovaskular


Penyakit Kardiovaskular
wikimedia.org

Gejala umum yang dialami oleh penderita penyakit jantung bisa bervariasi. Tak hanya berupa rasa nyeri di bagian dada dan sekitarnya yang menjalar hingga ke leher, namun juga pusing, nyeri di bagian perut atas, hingga keringat berlebih.

Gejala-gejala di atas sering kali disalahartikan sebagai gejala hot flashes pada menopause. Gejala ini ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, lelah, yang bisa juga menjadi tanda penyumbatan parsial di arteri koroner. Oleh sebab itu, segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala seperti itu.

2. Penyakit Lyme


Penyakit Lyme
Flickr

Berikutnya, gejala yang juga mirip dengan menopause adalah penyakit lyme. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu. Gejala yang umum dari penyakit ini adalah munculnya ruam kemerahan di kulit berbentuk lingkaran. Terkadang terdapat titik merah di tengah menyerupai papan memanah.

Penyakit ini juga juga bisa menyebabkan sakit kepala, pupil membesar, menggigil, demam, dan pada level tertentu menyebabkan detak jantung yang kian cepat. Gejala-gejala ini ada kalanya dianggap berhubungan dengan menopause.

3. Tuberkulosis


Tuberkulosis
pixy.org

Tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang paru-paru yang diakibatkan oleh serangan kuman Mycobacterium tuberculosis. Penderita tuberkulosis ada kalanya harus minum beberapa jenis obat selama berbulan-bulan karena penyakit ini resistan terhadap obat.

Penyakit ini ditandai dengan gejala berupa batuk lama lebih dari tiga minggu dan berdahak. Penderita tuberkulosis juga ada kalanya mengalami nyeri dada, lelah, dan berkeringat di malam hari yang mirip dengan menopause.

4. Gangguan Kelenjar Tiroid


Gangguan Kelenjar Tiroid
klikdokter.com

Dibanding pria, wanita memiliki risiko 5-8 kali lebih besar mengidap penyakit tiroid. Pasalnya, kinerja kelenjar hormon tiroid berkaitan erat dengan estrogen. Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher yang menghasilkan hormon untuk mengatur metabolisme tubuh.

Hipertiroidisme terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon dan sebaliknya, tubuh juga bisa memproduksi lebih sedikit hormon tiroid yang disebut hipotiroidisme. Gejala umum yang sering dialami penderita dengan gangguan tiroid adalah kelelahan dan keringat berlebih di malam hari.

5. Penyakit Autoimun


Penyakit Autoimun
Flickr

Penyakit autoimun terjadi ketika tubuh tidak mampu membedakan antara selnya sendiri dengan sel asing sehingga sistem kekebalan akan menyerang sel-sel tubuh sendiri. Penyakit autoimun yang umum termasuk diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, dan lupus.

Penyakit ini bisa ditandai dengan rasa lelah yang berlebihan maupun rambut rontok. Yang mana, kedua gejala ini juga bisa menjadi tanda menopause. Sebaiknya segera periksa ke dokter jika kamu mengalami gejala ini namun belum memasuki usia menopause.

6. Kanker Endometrium


Kanker Endometrium
wikimedia.org

Uterine cancer atau disebut juga kanker endometrium juga memiliki gejala yang mirip dengan menopause. Kesalahan diagnosis penyakit ini bisa disalahartikan sebagai menopause. Kedua kondisi ini akan menunjukkan gejala seperti pendarahan vagina yang tidak normal dan nyeri panggul.

Jika memang penyebabnya adalah kanker rahim maka perlu dilakukan operasi untuk mengangkatnya. Kanker rahim sering kali bisa dideteksi pada stadium awal sebab kondisi ini sangat mencolok dengan seringnya terjadi pendarahan vagina yang tidak normal.

7. Mioma


Mioma
halodoc.com

Uterine fibroid atau yang disebut juga mioma, ditandai dengan benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi seperti anemia karena perdarahan hebat. Anemia juga bisa membuat kelelahan yang bisa disalahartikan sebagai gejala menopause.

Menopause adalah proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia pada wanita. Meski demikian, kondisi ini bisa terjadi lebih dini yakni sebelum usia 40 tahun. Kondisi menopause ditandai jika seorang wanita berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan.

Intip juga beberapa kebiasaan buruk saat menstruasi yang bisa membahayakan kesehatan di artikel ini. Jika mengalami kram perut saat menstruasi, kamu juga sebaiknya tidak buru-buru minum obat. Lakukan tips sederhana ini untuk mengatasinya.

You can share this post!

Related Posts