Cegah Lonjakan COVID-19, Menkes Imbau Warga Rayakan Lebaran Tahun Ini di Rumah
https://www.thequint.com/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam jumpa pers perpanjangan PPKM Mikro Jilid 3 pada Sabtu (20/2) hari ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk merayakan lebaran tahun ini di rumah saja.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk merayakan lebaran tahun ini di rumah saja. Langkah ini penting dilakukan untuk menekan laju penularan virus Corona di Indonesia yang masih cukup tinggi. Khususnya karena tren mobilitas saat libur panjang berpotensi menyebabkan lonjakan kasus positif COVID-19.

"Terlihat tren setiap kali libur panjang dengan mobilitas tinggi itu rata-rata kasus konfirmasi itu naik 30-40 persen. Kita melihat lebaran tahun lalu seperti itu, libur Natal dan Tahun Baru juga dampaknya tinggi sekali," kata Budi dalam jumpa pers Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jilid 3 yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (20/2).

"Nah liburan panjang besar berikutnya adalah libur lebaran. Ini tolong diimbau agar kalau bisa lakukan terbatas saja, di rumah saja. Karena itu tadi jangan sampai yang sudah dilakukan bagus sekarang harus kita ulang lagi karena ada kenaikan kasus positif lagi," imbuhnya.


Budi kemudian mencontohkan jumlah mobilitas yang tidak terlalu tinggi pada libur Tahun Baru Imlek kemarin. Menurutnya, hal itu berdampak cukup signifikan pada tren membaik COVID-19 di Tanah Air.

"Kita bersyukur Imlek kemarin mobilitas tidak naik terlalu tinggi. Nanti kita lihat dalam dua pekan ke depan dampaknya seperti apa tapi Insyaallah (kasus penularan Corona) tidak tinggi," papar Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menjelaskan bahwa pencegahan jauh lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Hal ini dikarenakan pencegahan lebih murah daripada pengobatan, sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat maupun pemerintah.

"Perawatan di rumah sakit itu mahal. Akan jauh lebih murah jika kita bekerja di sisi sebab daripada di akibat, di sisi pencegahan daripada perawatan. Pasti akan lebih murah beli vitamin C dan vitamin D dibandingkan dengan membeli remdesivir yang ada di rumah sakit," jelasnya.

"Jadi bapak Menko mengarahkan ke kami agar lebih banyak melakukan strategi-strategi di sisi pencegahan. Karena akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan strategi di sisi penyembuhan," pungkasnya.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts