Jokowi Ungkap PPKM Mikro Ternyata 'Terinspirasi' Dari India
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional
PSBB Corona

Presiden Joko Widodo lantas mengungkapkan bahwa program pembatasan skala mikro tersebut ternyata terinspirasi dari cara India menghadapi pandemi virus corona (COVID-19).

WowKeren - Pemerintah Indonesia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro untuk menangani pandemi virus corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo lantas mengungkapkan bahwa program pembatasan skala mikro tersebut ternyata terinspirasi dari cara India menghadapi pandemi.

"Kita tanya ke Menteri Kesehatan India, saya perintahkan karena di sana terjunnya (kasus corona) bisa tajam. Apa kuncinya?" kata Jokowi kala berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Sabtu (20/2). "Yang kita dengar di media-media bahwa mereka melakukan lockdown? Tidak. Ternyata mereka melakukan lockdown mikro. Micro lockdown."

Jokowi lantas mengingatkan bahwa pada awal pandemi dirinya juga sudah mencanangkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Skala Mikro. Pasalnya, Jokowi menilai lockdown dalam skala besar tak akan efektif dalam menekan penularan corona.

"Wong yang merah itu satu RT, yang di-lockdown satu kota. PSBB kan satu kota. Ekonominya dong yang kena," jelas sang Presiden. "Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina. Bukan satu kota. Itu yang dilakukan India."


Meski demikian, Jokowi mengakui bahwa India sempat menerapkan lockdown total di masa awal pandemi corona. Namun kini strategi penanganan COVID-19 India disebut telah diganti dengan berbasis mikro.

"Strateginya sama, PPKM Skala Mikro. Itu yang kita pakai," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Jadi kita kalau ada hal-hal di negara lain yang berhasil kita juga (mengikuti). Tapi enggak mungkin kita niru negara yang kecil, yang gampang. Kita ini negara gede."

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia adalah struktur kawasan yang mencapai tingkat RT/RW. Pasalnya, perangkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan dapat dilibatkan dalam penanganan pandemi corona.

"Kalau nanti di dashboard kita sudah sampai ke level RT itu memudahkan sekali. Satu RT itu berapa sih yang kena? Katakanlah dua, langsung dikurung, sudah. Dua minggu sembuh, buka lagi sudah aman," papar Jokowi. "Jangan sampai kita me-lockdown satu kota padahal yang kena hanya misalnya, lima RT. Kan enggak mungkin juga."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts