Jokowi 'Gerah' Soal Tes COVID-19 RI Tak Merata, Akui Ada yang Dites Sampai 10 Kali
Instagram/jokowi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut sang presiden, ada yang sampai menjalani 10 kali tes COVID-19 karena berkali-kali bertemu dengannya. Jokowi menilai hal ini wujud salah sasaran tes COVID-19 Tanah Air.

WowKeren - Presiden Joko Widodo ikut mengomentari soal pelaksanaan tes COVID-19 di Indonesia. Presiden ke-7 RI itu menilai pelaksanaan tes COVID-19 Tanah Air masih terkendala masalah pemerataan sasaran.

Jokowi menyebut ada satu orang yang sampai 10 kali melakukan tes COVID-19 karena sering bertemu dengannya, yang dalam pandangan Jokowi adalah hal yang salah. "Itu dites terus. Sebetulnya bukan itu. Tes itu yang sasaran betul," kata Jokowi, Sabtu (20/2).

Bukan cuma itu, Jokowi juga mengingatkan soal pemerataan testing di Indonesia. Meski demikian, mantan Wali Kota Solo itu tak menampik dan memuji Jakarta yang sudah melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari segi tingkat testing.

"Untuk Indonesia ini 38 ribu cukup. 38 ribu," ujar Jokowi, dilansir dari Kumparan. "Sehingga kita kadang-kadang mencapai 70-60 ribu kadang juga 40 ribu itu sebenarnya standarnya 38 ribu dari WHO. Jadi jangan didorong-dorong terus."

"Kita mengejar tinggi enggak apa-apa, tapi rata. Jangan sampai hanya di DKI saja," sambungnya.


Jokowi juga mengingatkan soal tracing yang harus tepat sasaran. Menurutnya tracing seharusnya dilakukan untuk melacak mereka yang berkontak dengan para penderita COVID-19 demi memutus mata rantai penularan virus.

"Tapi itu kan kadang-kadang yang di-tracing itu sebetulnya kan yang kontak, yang minimal 15-30. Yang dikejar itu," tuturnya. "Tapi kita kan kadang-kadang tracing-nya itu hanya nyegat di jalan."

"Nah itu sudah enggak pas betul. Hal-hal seperti ini yang saya sampaikan bolak-balik. Ini ada hal enggak benar yang harus diluruskan," pungkas Jokowi.

Presiden Jokowi memang kerap memberikan pernyataan perihal strategi pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19. Apalagi karena baru-baru ini pemerintah percaya diri bisa merdeka dari COVID-19 pada 17 Agustus.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengadakan vaksinasi yang kini sudah memasuki tahap kedua. Namun di tengah pelaksanaannya, Jokowi rupanya menyimpan kekhawatiran tersendiri, yakni perihal ketersediaan pasokan vaksin yang diperlukan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts