Ternyata Ini Peran Jokowi di Pengembangan Vaksin Nusantara Gagasan Eks Menkes Terawan?
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Nusantara adalah vaksin COVID-19 berbasis sel dendritik yang dikembangkan eks Menkes Terawan Agus Putranto dan antibodinya diklaim bisa bertahan seumur hidup.

WowKeren - Di tengah berbagai upaya pengendalian wabah COVID-19, keberadaan Vaksin Nusantara yang konon siap memasuki tahap uji klinis mendadak menyita perhatian. Selain karena vaksin ini ternyata digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, vaksin ini juga diklaim bisa memicu produksi antibodi yang bisa bertahan seumur hidup.

Klaim yang luar biasa mencengangkan ini jelas membuat Vaksin Nusantara menjadi perhatian publik. Apalagi karena belakangan terungkap bahwa ada peran Presiden Joko Widodo di balik pengembangan vaksin tersebut. Seperti apa?

Dilansir dari Berita Satu, peran Jokowi memang bukan yang secara langsung. Namun vaksin ini sendiri dikembangkan sejak September 2020 lalu usai Jokowi memberikan perintah lisan kepada sang mantan Menkes untuk membuat vaksin yang aman bagi anak-anak dan pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta alias komorbid.

Kisah ini seperti yang disampaikan mantan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi. "Waktu itu Pak Terawan diperintah Presiden Jokowi untuk mendapatkan vaksin COVID-19 yang aman bagi anak-anak dan pasien COVID-19 yang punya penyakit penyerta," jelas Andi, dilansir pada Sabtu (20/2).


Perintah itu, terang Andi, turun pada Agustus 2020 dan sebulan setelahnya Terawan sudah membentuk tim untuk mengembangkan Vaksin Nusantara. "Seperti kita tahu, saat ini Vaknus sudah sampai uji klinis tahap kedua," ujar Andi.

Kendati demikian, sejauh ini pemerintah nyaris tak pernah membahas Vaksin Nusantara yang belakangan menuai pro dan kontra dari kalangan akademisi. Bahkan dalam pernyataan terbarunya, Jokowi hanya menyinggung soal Vaksin Merah Putih yang turut dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengadakan vaksin dalam negeri untuk mengatasi COVID-19, namun pembuatan Vaksin Merah Putih jelas tak bisa terlalu didorong. "Ini kita terus, apa, dorong terus. (Tapi) kita juga tidak bisa menekan atau mendorong terlalu kencang," kata Jokowi, dilansir dari Liputan 6, Sabtu (20/2).

Sebab Vaksin Merah Putih harus melalui berbagai tahapan agar aman ketika diedarkan di masyarakat. Apalagi karena ini adalah pertama kalinya Indonesia benar-benar dari nol membuat vaksin sendiri.

"Urutan-urutannya tidak bisa dikejar-kejar dan ini pengalaman pertama Indonesia membuat vaksin full 100 persen, dari nol sendiri, Vaksin Merah Putih. Kalau yang lain-lain join, ini lebih mudah. Ini full kita sendiri 100 persen, Vaksin merah Putih," pungkas Jokowi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts