Minimalisir Risiko, BNPB Imbau Industri Untuk Terlibat dalam Upaya Pencegahan Banjir
covid19.go.id
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Ketua BNPB Doni Monardo meminta para pelaku industri untuk terlibat dalam upaya pencegahan banjir. Sebab menurutnya, limbah industri menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Karawang.

WowKeren - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo turut menyoroti musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Doni berpendapat bahwa risiko banjir bisa diminimalisir dengan adanya peran aktif dari pelaku industri.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi korban banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Karawang Barat, Jawa Barat pada Minggu (21/2). Menurutnya, limbah industri dan rumah tangga memiliki peran yang cukup besar dalam banjir di wilayah tersebut.

"Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola di sini. Ada banyak industri dan perusahaan, mereka harus diikutsertakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga," kata Doni dilansir dari Kompas pada Senin (22/2).

Karena itulah Doni mengimbau semua pihak untuk terlibat aktif dalam mencegah banjir. "Diperlukan kerjasama, koordinasi, dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko (banjir) ini tidak berulang setiap tahun," imbuhnya.


Di samping itu, Doni juga meminta jajarannya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat menangani para korban banjir. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah munculnya klaster COVID- 19 di area pengungsian.

Salah satu caranya adalah dengan memisahkan kelompok yang rentan tertular COVID-19 dengan masyarakat dengan sistem imun yang lebih kuat di area pengungsian. "Dalam hal ini kelompok rentan adalah lansia, warga yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak," pungkasnya.

Sementara itu, hujan deras yang terjadi di Kabupaten Karawang dalam beberapa hari terakhir telah merendam 15 kecamatan. Di antaranya adalah Kecamatan Rengasedengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Batujaya, Cikampek, Tirtamulya, Ciampel dan Panglalan.

Karena banjir merendam 14.340 rumah yang terletak di 33 desa, sebanyak 14.754 KK atau 52.527 jiwa di Karawang dilaporkan menjadi korban. Sedangkan jumlah pengungsi adalah sekitar 3.393 KK yang terdiri dari 19.092 warga.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts