Menkes Argentina Mengundurkan Diri Akibat Skandal Potong Antren Vaksin Corona
AFP/Juan Mabromata
Dunia

Sebelumnya, muncul laporan bahwa orang-orang Argentina menggunakan koneksi untuk melewati antrean dan menerima vaksin COVID-19. Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan telah meminta pengunduran diri sang Menkes.

WowKeren - Menteri Kesehatan Argentina Gines Gonzalez Garcia mengundurkan diri dari jabatannya akibat skandal vaksin virus corona (COVID-19). Berdasarkan keterangan Garcia di akun Twitternya, sejumlah orang bisa meloncati prosedur vaksinasi yang telah ditentukan karena "kebingungan yang tidak disengaja" di kantornya kala ia pergi.

Sebelumnya, muncul laporan bahwa orang-orang Argentina menggunakan koneksi untuk melewati antrean dan menerima vaksin COVID-19. Akibat skandal ini, Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan telah meminta pengunduran diri sang Menkes.

"Menanggapi permintaan Anda, saya menyampaikan pengunduran diri saya dari posisi Menteri Kesehatan," tulis Garcia dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Fernandez, dilansir Al Jazeera pada Senin (22/2). "Saya mengucapkan terima kasih kepada sebagian besar rakyat Argentina atas komitmen dan dukungan mereka terhadap kebijakan yang kami terapkan untuk membangun kembali sistem kesehatan federal kami, dengan kesetaraan, akses, dan kualitas yang lebih besar."

Nantinya, posisi Garcia akan digantikan oleh salah satu Wakil Menteri Kesehatan, Carla Vizzotti. Diketahui, Vizzotti merupakan Wamenkes yang sebelumnya sukses mengamankan vaksin Sputnik V Rusia yang telah dikirim ke Argentina sejak Desember 2020 lalu.


Sementara itu, skandal vaksin corona Argentina ini muncul usai seorang jurnalis senior mengaku mendapat vaksinasi corona setelah berbicara langsung dengan sang Menkes. Horacio Verbitsky, jurnalis yang kini telah berusia 70-an tahun tersebut mengungkapkan hal itu kepada stasiun radio El Destape.

"Saya menelepon teman lama saya Gines Gonzalez Garcia dan dia menyuruh saya pergi ke Rumah Sakit Posadas," ujar Verbitsky. Skandal ini memperlihatkan ketakutan tentang korupsi dan akses ke vaksin corona yang terbatas di Argentina.

Di sisi lain, Argentina telah menggunakan vaksin Sputnik V Rusia untuk menyuntik para petugas kesehatan sejak Desember 2020. Argentina juga telah mulai menginokulasi beberapa orang yang berusia di atas 70 tahun pekan lalu.

Namun, vaksinasi tersebut masih terbilang jarang dan mereka harus mengikuti prosedur yang melibatkan pendaftaran terlebih dahulu. Adapun media Argentina telah melaporkan banyak kasus dimana politisi dan orang yang tak berada dalam kelompok prioritas menerima suntikan vaksin corona terlebih dahulu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts