Sempat Divaksin, Nakes di Blitar Meninggal dalam Kondisi Positif COVID-19
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Blitar meninggal setelah mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19. Mendiang terinfeksi virus Corona sembilan hari setelah divaksin.

WowKeren - Seorang tenaga kesehatan (nakes) bernama Erny Kusuma Sukma Dewi (33) yang berdomisili di Blitar meninggal usai divaksin. Erny tutup usia dalam kondisi positif Corona pada 14 Februari setelah mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19.

Kematian Erny ini merupakan yang pertama sejak Kabupaten Blitar menggelar vaksinasi tahap pertama dan kedua. Sebelum meninggal, Erny menjalani vaksinasi sesuai dengan prosedur pada 28 Januari. Ia lolos screening dan dinyatakan sehat meski bekerja di ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Ngudi Waluyo, Blitar.

Namun sembilan hari kemudian tepatnya pada 6 Februari, Erny dinyatakan positif COVID-19 setelah mengalami berbagai gejala klinis seperti batuk, panas dan sesak nafas. Ia sempat dirawat di salah satu RS di Kota Blitar sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo.

"Diagnosis akhir konfirmasi COVID-19, pneumonia, disseminated intravascular coagulation dan obesitas," kata Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Blitar Ta'adi dilansir dari CNNIndonesia, Senin (22/2).


Ta'adi juga membenarkan bahwa mendiang sempat menjalani proses vaksinasi. "Iya, betul dia divaksin pada tanggal 28 Januari, baru satu kali suntikan," ungkapnya.

Kendati demikian, Ta'adi enggan berspekulasi lebih jauh apakah kematian Erny terkait dengan vaksinasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi tidak menjamin seseorang langsung kebal dari COVID-19, terutama karena mendiang baru menerima suntikan dosis pertama.

Hal ini dikarenakan antibodi atau auto imun tubuh akan terbentuk empat belas hari setelah seseorang menerima suntikan tahap pertama. Saat antibodi belum terbentuk, siapa saja berisiko terinfeksi virus Corona meski telah divaksin.

Oleh karena itulah Ta'adi meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sebab dengan begitu, risiko tertular virus Corona akan semakin kecil.

Sementara itu, Indonesia saat ini tengah memasuki tahap kedua vaksinasi COVID-19. Target penerima tahap ini adalah 38.513.446 jiwa yang terdiri dari 21 juta lebih lansia dan 17 juta pekerja pelayanan publik. Selain itu, pemerintah juga berharap vaksinasi tahap ini akan rampung pada bulan Mei mendatang.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts