Rusia Laporkan Penularan Pertama Virus Flu Burung H5N8 ke Manusia
Unsplash/Valerie Rose
Dunia

Rusia melaporkan kasus pertama penularan strain flu burung H5N8 dari unggas ke manusia kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (20/2). Virus ini sendiri telah menginfeksi unggas di sejumlah negara di dunia.

WowKeren - Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir, muncul berbagai virus lain yang berpotensi menjadi pandemi lainnya. Seperti kasus infeksi virus flu burung H5N8 yang ditemukan oleh Rusia.

Kasus ini, menurut Kepala Pengawas kesehatan Konsumen Rospotrebnadzor merupakan kasus pertama varian virus ini menular ke manusia. Mereka pun telah melaporkan kasus ini ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, wabah H5N8 dilaporkan menginfeksi unggas di Rusia, Eropa, Tiongkok, Timur Tengah, dan Afrika Utara dalam beberapa bulan terakhir. Namun itu hanya terjadi di unggas, belum menular ke manusia.

Jenis flu burung yang diketahui dapat menularkan infeksi ke manusia adalah H5N1, H7N9, dan H9N2. "Rusia melaporkan kasus infeksi (flu burung H5N8) pada manusia ke WHO beberapa hari lalu, setelah kami benar-benar yakin dengan hasil kami," ujar Popova di TV pemerintah Rossiya 24.


Ia menambahkan kajiannya belum menemukan adanya tanda-tanda penularan H5N8 antar manusia. Sejauh ini, ada tujuh orang yang bekerja di pabrik unggas selatan Rusia yang terinfeksi strain H5N8 saat terjadi wabah H5N8 di pabrik pada bulan Desember.

"Individu yang terinfeksi H5N8 baik-baik saja saat ini," ujar Popova dilansir Reuters, Senin (22/2). "Situasi ini tidak berkembang lebih jauh."

Dalam sebuah email, badan WHO Eropa mengatakan telah diberitahu oleh Rusia tentang kasus H5N8 yang menginfeksi manusia. Laporan itu sekaligus menjadi yang pertama mengungkap bahwa H5N8 dapat menular ke manusia.

"Informasi awal menunjukkan bahwa kasus yang dilaporkan adalah pekerja yang terpapar virus dari kawanan unggas. Mereka tidak menunjukkan gejala dan tidak ada laporan penularan dari manusia ke manusia yang dilaporkan," tulis WHO Eropa dalam emailnya. "Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari kondisi ini."

Mayoritas infeksi flu burung pada manusia telah dikaitkan dengan kontak langsung dengan unggas hidup atau mati yang terinfeksi. Sementara makanan yang dimasak dengan benar dianggap aman. Institut Vektor Siberia mengatakan pada hari Sabtu, pihak akan mulai mengembangkan tes manusia dan vaksin melawan H5N8.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts