Kemenkes Buka Suara Soal Nakes Meninggal Karena COVID-19 Meski Sudah Divaksin
AFP/Getty Images/Henry Ford Health System
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi buka suara terkait meninggal seorang nakes di Blitar yang dinyatakan positif COVID-19 padahal sudah mendapat dosis pertama vaksin Sinovac.

WowKeren - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait meninggalnya seorang tenaga kesehatan (nakes) di Blitar, bernama Erny Kusuma Sukma Dewi (33). Erny diketahui meninggal dalam kondisi positif COVID-19 padahal telah mendapatkan vaksin dosis pertama sebelumnya.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengakui ada risiko tertular Virus Corona meski sudah menjalani satu atau dua kali penyuntikan vaksin. "Kalau kita melihat beberapa kasus nakes yang mendapat vaksinasi dosis pertama kemudian terinfeksi bahkan sampai dengan wafat. Ini sebagian besar terinfeksi pada rentang waktu sebelum penerimaan vaksinasi," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (22/2).

Nadie juga menjelaskan adanya risiko terpapar COVID-19 meski sudah menjalani 2 kali penyuntikan vaksin. Bedanya, gejala yang didapat tidaklah parah.


"Kita perlu pahami meskipun kita sudah divaksinasi Covid kita masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular virus corona," terangnya. "Namun diharapkan dengan kita mendapat vaksinasi maka tubuh kita lebih kuat terhadap paparan virus Covid, sehingga penyakit bisa dapat kita hindari dan kalaupun kita harus sakit, sakitnya ini adalah bukan sakit dengan gejala berat ataupun yang parah."

Ia pun meminta agar seluruh masyarakat baik yang sudah divaksin ataupun belum untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ia juga menegaskan jika vaksin asal Tiongkok tersebut hampir tak mungkijn membuat orang terinfeksi COVID-19.

Alasannya, Sinovac menggunakan metode inactivated virus atau virus yang dimatikan. "Dia (vaksin) tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi dia mampu merangsang, membuat stimulus tubuh kita untuk merespons antigen atau virus yang sudah dimatikan," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts