Sudah Masuk Tahap Akhir, Pemerintah Kebut Pembuatan Bibit Vaksin Merah Putih
Unsplash/National Cancer Institute
Nasional
Vaksin COVID-19

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan bibit Vaksin Merah Putih akan diberikan ke PT Bio Farma paling lambat akhir Maret. Menurut target Menkes Budi vaksin ini bisa diuji klinis pada Juni 2021.

WowKeren - Pemerintah tengah mengebut dalam mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) dalam negeri yang diberi nama Merah Putih. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio mengatakan bibit Vaksin Merah Putih akan diberikan ke PT Bio Farma paling lambat akhir Maret nanti.

Bibit vaksin itu nantinya akan diuji hingga menjadi vaksin COVID-19 yang disuntikan ke manusia. Amin mengatakan saat ini penelitian Vaksin Merah Putih oleh Eijkman sudah memasuki tahap akhir pembuatan bibit vaksin di laboratorium.

"Hari ini sudah sampai tahapan akhir di laboratorium, ini bibit vaksin targetnya diberikan ke PT Bio Farma selaku industri itu akhir Maret," kata Amin, Selasa (23/2). Ia menjelaskan perjalanan Vaksin Merah Putih masih sangat panjang sebelum akhirnya bisa disuntikkan ke manusia.


Usai berhasil membuat bibit vaksin, penelitian masih harus berlanjut di industri agar menghasilkan bahan jadi vaksin yang siap disuntikkan. Setelahnya, baru melewati uji klinis fase I, II, III dan dievaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapat izin penggunaan.

"Perjalannya sih masih panjang, karena ini kan baru bibit vaksinnya," tuturnya. "Dari lab, untuk bisa uji klinik itu harus diproses di industri karena harus menggunakan fasilitas Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) kemudian baru uji klinis."

Sebelumnya diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menargetkan jika vaksin Merah Putih akan memasuki tahap uji klinis pada Juni 2021 mendatang. Sejauh ini, ada enam institusi/lembaga yang ikut mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform yang berbeda. Diantaranya Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan akan terus memantau perkembangan Vaksin Merah Putih sesuai tahapan-tahapan yang ada. "Prinsipnya kita mendukung inovasi anak bangsa sesuai tahapan, tapi untuk produksi kan di Bio Farma," katanya, Selasa (23/2).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts