Banjir Dimana-Mana! Bisakah Virus Corona Menyebar Lewat Genangan Air?
Twitter/SonoraFM92
Health
Fenomena Banjir 2021

Banjir yang terjadi bersamaan dengan pandemi COVID-19 memicu kekhawatiran virus bisa menyebar lewat genangan air yang ada. Benarkah demikian? Berikut penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Banjir tengah menerjang sejumlah lokasi di Indonesia. Mulai dari Kalimantan Selatan pada beberapa pekan lalu, kemudian DKI Jakarta dan sekitarnya, serta yang terbaru kembali terulang di Semarang Jawa Tengah.

Banjir mungkin bukan hal baru lagi di Indonesia, apalagi ketika musim penghujan tiba dan di beberapa wilayah yang memang sangat rawan tergenang air. Namun ketika banjir terjadi di tengah pandemi COVID-19, berbagai pertanyaan pun muncul termasuk mungkinkah genangan air dalam jumlah besar ini menjadi media penyebaran virus Corona?

Sebelum dijelaskan lebih lanjut, patut dipahami bagaimana cara virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 menular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah berkali-kali menegaskan virus Corona menular lewat droplet atau tetesan air berukuran kecil yang keluar melalui mulut atau hidung ketika bersin, batuk, berbicara, maupun bernyanyi.

Alasan itu yang mendasari desakan pemakaian masker hingga menjaga jarak aman agar jangan sampai droplet yang mengandung virus menular ke individu lain. Lantas mungkinkah virus Corona untuk menular lewat banjir?


Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti kepada Klik Dokter menjelaskan bahwa belum ada pembuktian ilmiah soal virus Corona menular lewat saluran air dan/atau air kotor. "Sejauh ini, WHO menyatakan belum terbukti secara ilmiah kalau COVID-19 ditularkan melalui saluran air dan air kotor. Selain itu, ada penelitian juga mengungkap kalau virus Corona langsung mati di air pembuangan," beber Astrid, dikutip pada Rabu (24/2).

Penelitian yang dimaksud Astrid adalah soal kelangsungan hidup virus Corona di air ledeng dan air limbah. Dan terungkap bahwa ketahanan hidup virus Corona bahkan jauh di bawah virus polio 1.

Melansir penelitian oleh Gundy et al (2008), kemungkinan kondisi ini tercapai akibat selubung virus Corona yang menyebabkan virus menjadi lebih tidak stabil di lingkungan. Virus Corona pun ditemukan lebih cepat mati di air limbah, bahkan bisa berkurang drastis jumlah dan kemampuan menginfeksinya dalam 2-3 hari.

"Virus itu pada dasarnya membutuhkan makhluk hidup sebagai inang. Kalaupun virus bisa hidup di luar tubuh manusia, ada jangka waktu tertentu sampai virus akhirnya mati. Bisa jadi itu penyebabnya juga," imbuh Astrid.

Namun yang kemudian berpotensi menjadi sumber penyebaran virus Corona adalah apabila pengungsi banjir tidak memerhatikan protokol kesehatan. Karena itulah tetap pastikan kebersihan diri selama dalam pengungsian atau proses evakuasi banjir, termasuk juga mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak aman satu sama lain.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts