Kabar Baik! WHO Mulai Optimis, Sebut Pandemi COVID-19 Lebih Terkendali 2021
Pixabay/Thiago Lazarino
Dunia
Pandemi Virus Corona

Direktur Regional WHO Eropa Hans Kluge menilai pandemi COVID-19 pada 2021 tetap berlangsung namun akan lebih terkendali daripada tahun lalu. Berikut penjelasan Kluge selengkapnya.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menilai pandemi COVID-19 di tahun 2021 akan lebih parah daripada sebelumnya. Namun tampaknya sikap pesimis ini tidak perlu diperpanjang sebagaimana disampaikan oleh Direktur Regional WHO Eropa, Hans Kluge.

Kluge dalam pernyataan resminya menilai pandemi masih terjadi di 2021 namun akan lebih tertangani dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, Kluge mengaku tidak bisa memprediksi masa depan tentang COVID-19.

"Pandemi virus ini masih berlanjut, tetapi saya rasa pembatasan ketat tidak lagi diperlukan. Ini adalah pesan optimis," ujar Kluge, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (24/2).

Kluge memastikan pihaknya terus memonitor efektivitas vaksin yang dikembangkan terhadap COVID-19, apalagi terkait fakta bahwa virusnya bermutasi dengan cepat. Kluge menduga vaksin nanti bisa diubah menyesuaikan mutasi yang terjadi tanpa perlu mengembangkan dari awal.


Kluge menjelaskan mutasi virus kemungkinan tidak akan bermasalah kecuali untuk negara-negara dengan sistem kesehatan yang sudah hampir "ambyar" akibat wabah virus Corona. Malah yang menjadi masalah ke depannya adalah perihal penjadwalan vaksin agar merata ke semua lapisan masyarakat.

Di sisi lain, pandemi COVID-19 hingga kini masih menjadi krisis kesehatan besar yang belum terselesaikan. Karena itulah sejumlah langkah ditempuh untuk mengendalikan wabah tersebut.

Seperti di Indonesia misalnya dengan melakukan vaksinasi demi mencapai herd immunity. Saat ini Indonesia sudah memasuki tahap II vaksinasi COVID-19 dengan target utama yang menerima adalah lansia, tenaga pengajar, dan pedagang pasar.

Namun untuk lansia, ternyata tidak semua bisa menerima vaksin COVID-19. Hal ini seperti disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, seperti penjelasan selengkapnya berikut.

"Ada beberapa kelompok lansia yang tidak dapat menerima vaksin COVID-19, utamanya mereka yang memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit ini," terang Wiku dalam konferensi pers daringnya, Selasa (23/2). "Yaitu hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts