Heboh Pasien COVID-19 Diantar Pakai Taksi ke Wisma Atlet, Ini Penjelasan Pengelola
Unsplash/Daniel Monteiro
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebuah video memperlihatkan seorang wanita positif COVID-19 yang diantar menggunakan taksi dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Wisma Atlet. Begini penjelasannya...

WowKeren - Sebuah video yang menampilkan pengakuan seorang wanita positif COVID-19 yang diantar menggunakan taksi dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Wisma Atlet. Kesaksian itu ia paparkan dalam bentuk video berdurasi 4 menit 38 detik.

Dalam video tersebut, tampak seorang wanita yang mengenakan pakaian berwarna putih. Wanita itu mengaku baru tiba di Indonesia dari luar negeri menggunakan pesawat.

"Aku sudah sampai di Indonesia, tadinya dikarantina di Hotel Wyndham, dan sudah dicek COVID, katanya positif, padahal aku Desember lalu udah pernah positif COVID, terus aku sebelum terbang kurang dari 72 jam itu udah tes, dua hidung, tenggorokan, PCR kan?" ujar wanita tersebut di dalam video, Selasa (23/2). "Itu hasilnya negatif, tahu-tahu di Indonesia aku positif."

Kemudian wanita tersebut meminta tes PCR di klinik luar. Tes tersebut dimaksud sebagai pembanding. "Aku minta PCR pembanding dari luar, tapi mereka nggak kasih, mereka nggak mau. Mereka pas udah debat-debat kan, aku nggak mau karantina sebelum dapat PCR pembanding, akhirnya debat-debat itu," lanjutnya.

Wanita itu mengaku bahwa pihak bandara telah menyuruhnya untuk melakukan tes PCR corona di Wisma Atlet. Namun, kendaraan yang menjemputnya bukanlah ambulans atau kendaraan khusus namun mobil taksi.

"Ternyata yang jemput itu taksi Avanza, dan aku itu sendiri. Makanya itu nggak tahu kerja sama sama Satgas atau Wisma Atlet, pas bayar parkir, aku tanya, 'Mas (sopir taksi) dari mana?' 'Dari Golden Bird', bawa aku yang katanya positif COVID sendirian," jelasnya.


Setelah sampai, wanita itu nego dengan pihak Wisma Atlet. Namun, ia justru diarahkan untuk melakukan tes PCR corona ke salah satu hotel di Jakarta.

Adanya temuan ini, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan jika pihak yang mesti memberikan pernyataan terkait penggunaan taksi adalah dari Kemenkes maupun dari pihak Wisma Atlet. Darmawali merasa tak memiliki wewenang berkomentar.

"Bukan di kita yang jawab, karena kita kan cuma screening, (jika pasien) sudah di hotel, wewenang Gugus Tugas pusat itu," ujar Darmawali. "Jadi kalau saya jawab, bukan itu (wewenang) saya."

Darmawali juga tak memberikan keterangan soal alasan pasien tidak diperbolehkan swab di lain tempat. "Yang ngomong itu (harusnya) dari Gugus Tugas pusat," jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Humas RS Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol Laut Muhammad Arifin menyebutkan alasan pihaknya mengirim taksi untuk menjemput wanita itu karena jumlah ambulans yang terbatas. "Jadi (jumlah) ambulans itu terbatas," ungkapnya.

Meski begitu, operasi taksi sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan sopir taksi telah menggunakan alat pelindung diri (APD).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts