Pedagang Menjerit ‘Strap Mask’ Dibilang Bahaya Oleh Satgas COVID-19
Instagram/chain.mask
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah memberikan peringatan bahaya menggunakan strap mask. Hal ini langsung membuat pedagang tali masker menjerit.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah memperingatkan bahaya menggunakan strap mask atau tali masker. Peringatan ini langsung membuat pedagang masker ikut menjerit karena merasa dirugikan.

Seperti diketahui, pemakaian tali masker memang tengah populer di pakai oleh masyarakat Indonesia di tengah pandemi virus corona. Tali masker ini selain menjadi style terbaru juga berfungsi untuk menggantung masker di leher.

Namun, Satgas COVID-19 menyebut tali masker justru berpotensi menyebarkan virus corona. Pasalnya saat masker tidak dikenakan dan digantung di leher, maka masker dapat menyentuh baju. Padahal, pemakaian masker yang benar dan aman adalah dilarang berkontak dengan apapun kecuali bagian tubuh.

Penjual tali masker asal Yogyakarta, Moko mengatakan tidak setuju dengan anjuran tersebut. Menurutnya, tanpa tali masker, risiko bagian dalam masker terpapar atau terkena permukaan lain justru semakin besar. Ia menilai tali masker justru bermanfaat meminimalisir penularan virus corona dan bukan sekadar fashion.

”Penggunaan strap mask juga lebih efektif ketika kita berada di situasi, kita lagi makan,” kata Moko kepada media Detik, Rabu (24/2). “Masker akan selalu di dada kita, sehingga kita tidak meletakkan masker ke meja yang kita pun tidak tahu apakah meja tersebut sudah disemprot disinfektan atau belum sebelumnya.”


Bukan tanpa sebab Moko merasa keberatan dengan anjuran Satgas COVID-19. Rupanya, pria berusia 30 tahun ini bisa menjual 150 tali masker dalam sehari. Karena itu, anjuran itu dikhawatirkan akan menurunkan penghasilannya yang mendapat untung Rp300 ribu per hari.

”Sehari kalo untuk strap saja itu rata-rata di 150-an,” beber Moko. “Karena saya pribadi alhamdulillah ada relasi di perkantoran area Jogja, jadi sekali order bisa 1 kantor pada ikutan order gitu. 300 ribu kak untung per harinya.”

Sementara itu, penjual tali masker asal Jakarta, Nicko mengaku pendapatannya dalam menjual strap mask mulai berkurang. Hal ini dikarenakan banyaknya kompetitor lain. Ia juga tidak setuju dengan peringatan Satgas COVID-19.

”Sejauh ini agak menurun sih memang, iya walaupun ga terlalu signifikan sih, karena menurutku kompetitor juga udah banyak banget banget,” ujar Nicko. “Di samping itu, aku juga punya kerjaan lain kan, jadi kesibukannya tuh kebagi-bagi.”

”Tali masker itu berguna untuk keseharian,” lanjutnya. “Karena menurutku menyimpan masker di kantong, di atas mena, atas tisu dan lain lain akan lebih berisiko ketimbang di baju.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts