Drew Barrymore Pernah Dimasukkan Ibunya ke Bangsal Psikiatri Saat Berusia 13 Tahun
Instagram/drewbarrymore
Selebriti

Drew Barrymore berbagi mengenai pengalamannya saat remaja, di mana ketika ia berusia 13 tahun pernah dimasukkan oleh ibunya ke dalam bangsal psikiatri karena tak terkendali.

WowKeren - Aktris Drew Barrymore berbagi mengenai pengalaman mengerikan yang pernah dialaminya saat masih muda. Ia pernah dimasukkan ke dalam ruangan khusus saat berusia 13 tahun oleh ibunya, Jaid Barrymore lantaran dirinya yang tidak bisa dikendalikan.

Pada usia 13 tahun, Drew menghabiskan satu setengah tahun di Van Nuys Psychiatric akibat perilakunya yang menurutnya di luar kendali. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara baru-baru ini di The Howard Stern Show SiriusXM.

"Ibu saya menempatkan saya di tempat yang seperti bangsal psikiatri penuh," ujar aktris 46 tahun tersebut. "Saya berada selama satu setengah tahun di tempat yang disebut Van Nuys Psychiatric dan Anda tidak bisa main-main di sana. Jika Anda melakukannya, Anda akan dijebloskan ke ruangan khusus dan diikat."

Terkait perilaku yang tidak terkendali, ia pun membeberkan contohnya. "Saya pergi ke klub dan tidak pergi ke sekolah dan mencuri mobil ibu saya dan, Anda tahu, saya di luar kendali," ujarnya kepada sang pembawa acara, Howard Stern.


Lebih jauh, ia menjelaskan jika dirinya menyalurkan kekacauan batinnya dengan meniru Wendy O. Williams dari Plasmatics lalu menyebabkan keributan di fasilitas itu karena marah.

"Tempat itu seperti fasilitas untuk anak-anak dan orang tua," ujarnya lagi. "Jadi ketika saya membuat marah gadis-gadis ini, seorang wanita dengan alat bantu jalan akan mendatangi saya. Itu lucu."

Meski demikian Drew tidak menaruh dendam kepada ibunya. Ia memahami jika mungkin saja ibunya sudah kehabisan cara untuk mengontrol 'monster' yang ada dalam dirinya.

"Saya pikir dia telah menciptakan monster dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan monster itu," katanya. "Dia telah berjuang sekuat tenaga dan saya benar-benar lepas kendali, dan saya memaafkannya karena membuat pilihan ini. Dia mungkin merasa tidak punya tempat untuk berpaling."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts