RI Korban 'Tikung' Investasi Tesla ke India, Eks Wamen ESDM Ungkap Dugaan Penyebab
Instagram/teslamotors
Nasional

Eks Wamen ESDM Arcandra Tahar menganalisis alasan Tesla akhirnya berinvestasi di India alih-alih Indonesia. Dan terungkap ternyata sejak awal RI pun bukan pilihan Tesla?

WowKeren - Beberapa waktu lalu pemerintah menyebut perusahaan Elon Musk, Tesla, akan berinvestasi di Tanah Air. Namun nyatanya Tesla malah menanamkan modalnya di India dan langsung memicu pertanyaan banyak orang soal kelanjutan rencana investasi yang sempat disampaikan pemerintah sebelumnya.

Salah satu yang ikut menganalisis alasan di balik "tertikungnya" Indonesia ini adalah mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Rupanya menurut Arcandra, pemilihan lokasi investasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh kemiripannya dengan Silicon Valley.

"Menarik untuk menduga bahwa Tesla membangun manufacturing plant dan technology centre-nya di Silicon Valley karena kebutuhan akan tiga hal," ujar Arcandra dalam postingan di Instagram, Rabu (23/2). "Sumber daya manusia yg sangat terampil di bidang IT dan engineering, technology chips yang mutakhir, dan venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek start up yang beresiko tinggi."

Arcandra menilai Tesla ingin mengembangkan pusat teknologi yang mirip dengan induknya di Amerika Serikat. Dan rupanya ada 2 kota yang ekosistemnya menyerupai Silicon Valley sebagai lokasi pusat, yakni Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India.

Perihal ekosistem kedua kota yang seperti Silicon Valley, dijelaskan Arcandra dimulai dari keunggulan di bidang sumber daya manusia. Teknologi IT yang berkembang, diimbangi dengan SDM yang memadai, serta masuknya para pemodal akhirnya menunjukkan hasilnya yang disebut tak kalah dengan AS.


"Mereka bisa membuktikan bahwa hasil kerja mereka tidak kalah dari talenta yang berasal dari AS. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan tapi puluhan tahun," kata Arcandra.

Lantas apa alasan Tesla pada akhirnya memilih India? Arcandra mengaku tidak tahu apa alasan pastinya, namun ia menduga terkait dengan ekosistem IT yang baik ditambah dengan akses pasar yang sangat besar.

Kemudian biaya tenaga kerja pun biaya hidup yang lebih murah daripada di Tel Aviv. Bahkan biaya hidup di Bangalore saja, tutur Arcandra, lebih murah daripada di Jakarta. Dukungan koneksi yang baik ditambah dengan sudah banyaknya perusahaan serupa yang menanamkan modalnya di Bangalore diduga menjadi alasan Tesla akhirnya memilih berinvestasi di sana.

Apa yang terjadi ini, kata Arcandra, semestinya bisa menjadi pembelajaran supaya Indonesia terus memperbaiki diri dalam menunjukkan performa terbaik di hadapan investor. "Indonesia memiliki natural resources yang luar biasa dan potensi human resources yang tidak kalah di dunia. Tapi memastikan bahwa kedua aset strategis itu bisa membentuk sebuah ekosistem yang memberikan daya tarik bagi investor, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah dibangun dalam sekejap. Insyaa Allah," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts