Optimis Ekonomi RI Cepat Pulih, Jokowi Pamer Neraca Perdagangan 2020 Surplus Walau 'Dihajar' Corona
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Jokowi meyakini tahun 2021 adalah masa recovery alias pemulihan atas kondisi perekonomian Indonesia. Termasuk yang membuktikan adalah neraca perdagangan yang surplus tahun lalu.

WowKeren - Presiden Joko Widodo terus berusaha menggenjot semangat dan keyakinan masyarakat Indonesia soal masa depan negara di tengah pandemi COVID-19. Bahkan dalam pidato terbarunya, Jokowi meyakini Indonesia sudah melalui masa terburuknya pada 2020 dan bersiap menyambut masa pemulihan tahun ini.

"Kita sudah menjalani 1 tahun masa tersulit akibat COVID-19. Kita sudah melampaui masa tersulit pertumbuhan ekonomi kita," ujar Jokowi ketika membuka CNBC Indonesia Economic secara virtual pada Kamis (25/2). "Dan sekarang ini, tahun 2021, adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme, antusias, dan kerja keras penuh keberanian."

Keyakinan ini diperkuat dengan realisasi neraca perdagangan tahun 2020 lalu. Jokowi membanggakan pertumbuhan ekspor pada tahun lalu sehingga bisa menciptakan surplus hingga miliaran Dolar Amerika Serikat.

"Pertumbuhan ekspor lebih tinggi dibanding impor," kata Jokowi dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden itu. "Sehingga terdapat surplus neraca perdagangan tahun 2020 sebesar USD21,74 miliar."


"Padahal tahun 2019 defisit kita sebesar USD3,59 miliar," sambung Jokowi. Tak hanya itu, Jokowi juga membanggakan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang melampaui target.

"Bahkan realisasi investasi PMA dan PMDN juga melampaui target hingga 101,1 persen senilai Rp826,3 triliun," ujar Jokowi. Sebanyak 50,1 persen dari investasi ini berasal dari dalam negeri, sedangkan 49,9 persennya PMA.

Yang menarik perhatian Jokowi lagi, investasi ini sudah mulai bergeser ke luar Jawa hingga 50,5 persen. "Artinya kita mempunyai modalitas, kita memiliki modalitas yang kuat untuk bangkit, untuk tumbuh," tegas Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan kunci utama untuk bisa maksimal memulihkan Indonesia adalah dengan berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Penanganan meliputi 3M, 3T, dan PPKM skala mikro yang harus terus dilanjutkan. Serta diimbangi dengan vaksinasi COVID-19 secara besar-besaran. Bahkan di antara negara ASEAN, menurut Jokowi, Indonesia adalah yang tercepat dari segi pengadaan vaksin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts