Usai George Flyod, Kini Pria AS Ini Tewas Akibat Leher Diinjak Polisi 5 Menit
Associated Press
Dunia

Setelah geger kasus kematian George Flyod, kini muncul lagi kasus serupa. Seorang pria di AS tewas setelah leher diinjak oleh polisi selama 5 menit. Begini kronologinya.

WowKeren - Kasus mirip kematian George Flyod kembali terjadi. Setelah kematian Flyod akibat tindihan polisi yang menghebohkan dan memicu tagar “Black Lives Matter”, kini seorang pria Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninggal dunia dengan insiden serupa.

Dilaporkan seorang pria asal Califronia Utara, Angelo Quinto tewas setelah diinjak lehernya oleh polisi selama 5 menit. Diketahui Quinto merupakan pria dengan gangguan mental.

”Para petugas polisi Antiokhia ini memborgol Angelo tetapi tidak menghentikan serangan mereka terhadap pemuda itu,” kata pengacara keluarga Angelo, John L Burris kepada The New York Times, Kamis (26/2). “Dan secara misterius menggunakan teknik 'George Floyd' dengan menempatkan lutut di punggung dan samping lehernya, mengabaikan permintaan 'Tolong' Quinto, jangan bunuh aku'.”

Kronologi kejadian ini berawal saat sang kakak, Isabella Collins menelepon polisi untuk datang ke rumahnya di Antiokhia, California pada 23 Desember. Alasan Isabella memanggil polisi karena Quinto tengah kambuh dan dinilai akan melukai ibunya.


”(Angelo) mengidap gangguan kesehatan mental: kecemasan, depresi dan paranoia selama beberapa bulan sebelumnya,” kata John Burris dalam konferensi pers Kamis (18/2) dikutip dari CNN.

Sebelum polisi tiba, sang ibu dilaporkan memeluk Quinto di dada dengan tangan melingkar di punggung selama beberapa menit. Saat itu Quinto disebut sudah mulai tenang.

Namun situasi berubah saat dua petugas dari Departemen Kepolisian Antiokhia datang. Mereka disebut tidak memahami situasi dan langsung meraih Quinto dari pelukan ibunya dan menginjak lehernya.

Akibatnya, Quinto pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Setelah menjalani perawatan dengan kritis di rumah sakit selama 3 hari, ia meninggal dunia.

Kejadian itu rupanya sempat direkam oleh ibu Quinto. Berdasarkan rekaman dari ponsel ibunya, petugas menggulingkan Quito untuk dibawa keluar, dan wajahnya berlumuran darah. Dia dibawa ke brankar dan paramedis melakukan kompresi di dada Quinto.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts