BIN Bongkar Mutasi Corona ‘Mematikan’ Dari Inggris Sudah Masuk RI Sejak 2020, Ini Buktinya
wikimedia.org/HFCM Communicatie
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Badan Intelijen Nasional (BIN) mengungkap hal mengejutkan. BIN menyebut varian virus corona mematikan dari Inggris ternyata sudah masuk ke Indonesia sejak tahun lalu.

WowKeren - Badan Intelijen Nasional (BIN) membeberkan hasil intelijen mereka jika varian baru virus corona yang mematikan dari Inggris telah masuk ke Indonesia. Menurut BIN, mutasi berjenis D614G itu sudah masuk ke Tanah Air sejak September 2020 lalu.

BIN menduga varian tersebut pertama kali ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mutasi tersebut memang diyakini sejumlah ahli menular lebih cepat dan pertama ditemukan di Inggris.

”Ada dugaan masuknya varian baru dari Covid-19 D614G yang terdeteksi awal September 2020 di Jogja dan Jawa Tengah,” kata Wawan saat menyampaikan paparan dalam diskusi 1 Tahun COVID-19, Apa Kabar Vaksin Anak Bangsa secara online, Jumat (26/2).

Dugaan itu membuat BIN langsung memantau dan terjun dalam upaya penanganan panddemi virus corona. Salah satu bukti dari BIN jika mutasi asal Inggris masuk Indonesia adalah adanya tren peningkatan kasus COVID-19.


”Ini kami berjibaku tidak hanya persoalan-persoalan kesehatan,” jelas Wawan. “Tapi efek samping, ini terus siang malam kita bekerja sangat menguras tenaga dan kasus COVID-19 ini juga termonitor fluktuatif namun cenderung yang menunjukkan tren meningkat.”

Tak hanya bicara soal mutasi, BIN juga menyoroti ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Kondisi itu diyakini menjadi pemicu kasus COVID-19 di Tanah Air sudah mencapai 1,3 juta orang.

Pernyataan BIN soal masuknya mutasi dari Inggris tentunya mengejukan. Apalagi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sempat mengatakan jika varian D614G itu belum masuk ke Indonesia pada 2020 lalu meski sudah ada di Malaysia dan Filipina.

Namun, pernyataan LIPI sempat mendapat pertentangan dari Pakar Biomolekular Universitas Airlangga, Surabaya, Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Berdasarkan penelitiannya, ia menyebut varian baru itu sudah ada di Tanah Air sejak April 2020.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts