Nurdin Abdullah Ternyata Sempat Hubungi Ketua DPD PDIP Sulsel Jelang Dibawa KPK, Ada Apa?
Instagram/nurdin.abdullah
Nasional

Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri ternyata sempat dihubungi Nurdin Abdullah ketika ia diciduk KPK pada Sabtu (27/2) dini hari waktu setempat itu. Ada apa?

WowKeren - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tengah menjadi sorotan usai dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (27/2) dini hari waktu setempat. Namun anggapan OTT KPK ini sudah dibantah oleh pihak Nurdin yang mengaku dijemput secara baik ketika tengah beristirahat di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Perihal penangkapan Nurdin ini pun ikut ditanggapi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel, Andi Ridwan Wittiri. Dan dalam kesempatan itu terungkap pula bahwa Nurdin sempat menghubungi Andi Wittiri sebelum dibawa oleh KPK. Apa yang dibicarakan?

Rupanya Nurdin menceritakan penangkapannya yang dilakukan ketika ia tengah beristirahat. Karena itulah KPK perlu mengklarifikasi penangkapan ini karena tidak termasuk OTT yang semestinya ada barang bukti atas kejadian tindak pidana korupsi.

"Penangkapan itu bukanlah OTT dalam pengertian ada sebagai barang bukti atas kejadian tindak pidana korupsi. Hal itulah yang saya dengar langsung dari Prof Nurdin," kata Andi Wittiri lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (27/2). "Saat itu tidak ada dana di rumah Nurdin mengingat beliau saat itu sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum."


Selain itu, menurut Andi Wittiri, Nurdin rupanya tidak tahu-menahu atas kejadian yang menimpanya. "Dan (dia) menegaskan demi tanggung jawab pada Tuhan dan masyarakat, dunia dan akhirat, Prof Nurdin sama sekali tidak tahu-menahu atas kejadian yang menimpanya," tegas Andi Wittiri, dikutip dari Kompas.

Andi Wittiri pun menggambarkan sosok Nurdin sebagai pihak yang sangat patuh dalam menerapkan protokol demi menghindari gratifikasi. Tak hanya itu, Nurdin di mata Andi Wittiri adalah sosok yang baik dan dekat dengan masyarakat.

"Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah itu sosok yang baik," kata Andi Wittiri. "Dekat dengan petani, dan sosok Muslim yang saleh."

Kendati demikian, Andi Wittiri menegaskan PDIP akan menghormati seluruh proses hukum yang berkeadilan yang bergulir di KPK. Adapun PDIP sendiri merupakan salah satu partai pengusung Nurdin di Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 bersama PKS dan PAN.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts