Ahok Sarankan Pesantren Belajar Bisnis: Nabi Muhammad Juga Pedagang
Instagram/timbtp
Nasional

Komisiaris Pertamina Basuki Tjahaja Purmana menyarankan pesantren untuk belajar mengenai bisnis. Singgung sosok Nabi Muhammad yang juga seorang pedagang.

WowKeren - Komisiaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara mengenai pesantren. Ia menyarankan agar pesantren bisa belajar mengenai bisnis.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memberikan saran tersebut dengan berkaca pada sosok Nabi Muhammad. Menurutnya, Nabi Muhammad bukan hanya melakukan dakwah namun juga merupakan seorang pedagang.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu juga bukan cuma dakwah, beliau juga dagang gitu loh,” kata Ahok saat webinar yang digelar Pesantren Motivasi Indonesia, Minggu (28/2). “Jadi ini jangan dipersoalkan nanti dibilang saya menafsir-nafsirkan nabi ribut lagi nanti, ini saya mohon maaf, saya bikin disclaimer dulu ini.”

lebih lanjut Ahok menceritakan pengalamannya yang pernah berkenalan dengan seorang kiai asal Tiongkok. Rupanya, ia dikenalkan oleh kiai tersebut oleh mantan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Ahok mengaku sangat kaget saat bertemu dengan kiai tersebut. Pasalnya selain seorang pemuka agama, kiai tersebut juga memiliki bisnis yang sangat besar dan merupakan lulusan Universitas Harvard Amerika Serikat (AS).


Kiai asal Tiongkok itu disebut Ahok sukses membuka banyak bisnis restoran. Melihat itu, Ahok pun memberikan saran bagi pesantren untuk mengajari para santri berbisnis sambil diberi pengetahuan agama. Apalagi dalam bisnis, ilmu yang didapat sangatlah banyak.

“Waktu ketemu sama saya, dia pakai baju kaos, celana biasa gitu, itu kayak engkoh-engkoh di Glodok, enggak tahunya itu dia itu lulusan dari Harvard Amerika,” cerita Ahok. “Ini kiai dan beliau punya restoran banyak banget restorannya di Tiongkok.”

”Jadi para santri ini dilatih bisnis bukan cuma dilatih kerja, dilatih bisnis, dilatih berbahasa Inggris dengan baik, mengerti tentang saham,” sambungnya. “Wah anak S2 kalah ini.”

Ahok sendiri menyambut kabar mengenai santri dari Pesantren Motivasi Indonesia yang sudah mulai diajarkan mengenai saham. Hal itu dinilai sangat penting diketahui karena mampu menghasilkan uang. Ia merasa pesantren juga harus bisa mandiri layaknya pepatah Tiongkok, yakni memiliki sumur sendiri.

”Di dalam pemikiran saya istilahnya pepatah Tiongkok, kita itu musti punya sumur sendiri kira-kira gitu. Artinya kalau kita gunakan bahasa ini di mana kita ada kemandirianlah pesantren,” jelas Ahok. “Nah itu yang saya lihat selama ini hanya tergantung kepada orang tapi pesantrennya sendiri tidak mempunyai penghasilan yang tetap, yang mampu membiayai.”

“Nah itu yang kita harus pikirkan bagaimana dia bisa mendapatkan satu sumur sendiri yang sumurnya juga bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya. Nah itu yang ada di pikiran saya,” lanjutnya. “Saya kira itu dilakukan sangat baik jadi kita harus memanfaatkan teknologi dan komunikasi, itu saya kira-kira.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts