Nissa Sabyan Diincar Cowok Caper Sejak Remaja, Psikolog Bongkar Alasan Dibalik Isu Pelakor
Instagram/nissa_sabyan
Selebriti
Isu Nissa Sabyan Jadi Orang Ketiga

Nissa Sabyan sempat dikisahkan sebagai sosok yang hits dan kerap disukai para cowok di masa sekolah. Disisi lain, psikolog sempat menganalisa soal kedekatan Nissa dengan Ayus hingga memicu isu pelakor.

WowKeren - Vokalis Sabyan Gambus, Nissa Sabyan, masih menghilang pasca diterpa isu pelakor. Disaat Ayus Sabyan sudah muncul dan meminta maaf, Nissa kabarnya memilih menenangkan diri di Bogor.

Disela-sela rumor miring soal isu selingkuh dengan Ayus, Nissa mendapat dukungan dari sosok dari masa lalu. Sosok yang namanya dirahasiakan itu sempat membongkar masa lalu Nissa sebagai siswi SMK jurusan otomotif dan elektronik kelistrikan.

"Dia nggak sombong meski udah terkenal. intinya selama saya kenal dengan Nissa, saya hanya tau dia teman yang baik. Waktu tahu ramai berita, kaget, masih nggak percaya kalau Nissa seperti itu," kata sang sumber. "Nissa ini perhatian banget sama temen kelas. Setiap ada temen yang sakit dan gak masuk pasti langsung sibuk nyuruh sumbangan buat beli buah untuk dibawa besuk."


Karena kebaikannya itulah banyak siswa di sekolah menyukai Nissa termasuk pelajar pria. Menurut sang sumber, para pria di sekolah kerap caper pada Nissa.

"Pernah teman cowok kami sakit, pas kami jenguk sama Nissa, nggak tahunya teman kami ini nggak sakit, emang sengaja pengen dijenguk Nissa. Banyak yang caper," kata sang sumber. "Banyak banget yang suka."

Disisi lain, psikolog, Intan Erlita, mencoba menganalisa penyebab dibalik adanya isu pelakor. Menurut Intan, sangat wajar jika Nissa memiliki rasa kagum karena dekat dengan Ayus yang usianya lebih matang.

"Salah satunya bisa seperti itu, karena dia ketemu setiap saat nih, dan kemudian lihat karakter dong. Jangan lupa secara naluri alamiah perempuan senang dengan pria yang sosoknya bisa menjadi pemimpin karena laki-laki itu akan menjadi imam," kata Intan pada Insert. "Ketika melihat ada sosok laki-laki, 'Ih kok dia bisa mengatur semuanya ya, cara dia berpikir bagus ya', itu awal mulanya bisa timbul kagum, tapi kita nggak bisa menyalahkan pekerjaan tim antara perempuan dan laki-laki itu."

Intan juga mengingatkan agar jangan sampai kekaguman itu malah bisa menjerumuskan ke arah yang salah. "Ketika sebatas kagum itu jangan meneruskan ke ranah personal, jadi kagum kita itu hanya sebagai sosok pemimpin di satu tim, karena ketika kagum ini dibawa ke personal, nah ini awal bahayanya," tutur Intan.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts