Sederhana Namun Efektif, Ini 7 Cara Melatih Anak agar Bisa Mandiri
Unsplash/Mathilde Langevin
SerbaSerbi

Menanamkan jiwa kemandirian pada anak adalah tantangan yang harus Anda hadapi sebagai orang tua. Anda harus tetap sabar dan mendorongnya untuk terus maju.

WowKeren - Tidak seperti orang dewasa, anak-anak terlalu muda untuk memahami konsep tanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas orang tua untuk mengajari anak tentang konsep tanggung jawab dan kemandirian.

Adalah hal yang wajar jika anak-anak masih sangat bergantung kepada orang tua mereka. Hal ini mengingat mereka juga belum bisa membuat keputusan sendiri. Di usia yang masih kecil, anak tentu belum paham caranya menimang-nimang risiko atas langkah yang akan diambilnya.

Mengajari kemandirian pada anak sangat penting agar ia tak selalu bergantung pada Anda. Yang mana, hal ini tentu tidaklah mudah namun memerlukan proses. Untuk mengajari anak agar mandiri, lakukan cara-cara berikut secara perlahan.

(wk/zodi)

1. Beri Tanggung Jawab Sederhana


Beri Tanggung Jawab Sederhana
Unsplash/Chayene Rafaela

Mulailah dengan memberinya tanggung jawab yang sederhana. Pastikan tanggung jawab yang Anda berikan kepadanya adalah sesuatu yang bukan berada di luar jangkauannya. Misalkan saat hendak pergi tamasya, mintalah bantuannya untuk menyusun barang apa saja yang perlu dibawa.

Biarkan dia mengemasi barang-barangnya sendiri yang menurutnya perlu. Langkah ini juga biasanya akan membuat si kecil senang karena merasa diberi kebebasan. Lalu selanjutnya tugas Anda untuk mengeceknya. Ingatkan dia jika ada yang tertinggal.

2. Beri Pilihan untuk Membuat Keputusan


Beri Pilihan untuk Membuat Keputusan
Unsplash/Tina Floersch

Setelah memberikan dia tanggung jawab yang sederhana, lanjutkan dengan mengarahkannya untuk membuat keputusan sendiri. Mulailah dengan memberinya beberapa pilihan yang terbatas. Misalnya memberikan pilihan bekal apa yang ingin dia bawa saat ke sekolah.

Jangan terlalu banyak, namun batasi hingga tiga opsi saja. Biarkan ia mengambil keputusan sendiri. Begitu pula saat dia memilih untuk bermain dahulu lalu mengerjakan pekerjaan rumah belakangan. Beri dia sedikit kebebasan untuk menunjukkan tanggung jawabnya.

3. Hindari Memegang Tangan Si Kecil


Hindari Memegang Tangan Si Kecil
Unsplash/Kelli McClintock

Mungkin terdengar sepele, namun langkah ini bisa sangat mempengaruhi si kecil yang belajar mandiri. Tanpa Anda sadari, memegang tangannya bisa membuat anak merasa "aman" sehingga ia akan terus bergantung kepada Anda. Sebaiknya kurangi untuk terus-menerus campur tangan dalam urusan si kecil.

Sebaliknya, tugas Anda hanya membimbing dengan beberapa instruksi dan saran yang terbuka. Misalnya mengenai kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan timbul dari perbuatannya. Membantu boleh-boleh saja tetapi jangan berlebihan.

4. Jangan Mengungkit Kesalahan Terus-terusan


Jangan Mengungkit Kesalahan Terus-terusan
Unsplash/Mick Haupt

Poin ini tak kalah penting. Wajar saja jika si kecil melakukan kesalahan karena dia juga masih dalam tahap belajar. Sehingga pasti ada saat-saat di mana anak mungkin akan gagal dalam mempelajari sesuatu hal dan kecewa.

Tanamkan padanya jika gagal adalah hal yang lumrah. Yang perlu dilakukan hanyalah bangkit dan mencobanya lagi dengan belajar dari kekalahannya itu. Dengan begitu, si kecil bisa berkembang menjadi lebih baik. Jangan mengungkit kesalahan karena bisa menghambat perkembangan kepribadiannya.

5. Tunjukkan Empati ke Si Kecil


Tunjukkan Empati ke Si Kecil
Unsplash/Perfect Snacks

Anak Anda tengah berjuang untuk bisa bersikap mandiri yang mana hal ini tidak akan mudah baginya. Saat ia melakukan kesalahan, hindari membentak, marah, atau menyudutkannya, terlebih lagi menghakiminya.

Sebaliknya tunjukkan empati dengan terus memberikan dukungan positif padanya. Anda juga harus siap membantu saat ia memintanya. Namun ingat, batasi porsinya agar ia tidak terlalu bergantung sebab hal ini justru akan bertolak belakang dengan konsep mengajari kemandirian pada anak.

6. Biarkan ia Menyelesaikan Masalahnya Sendiri


Biarkan ia Menyelesaikan Masalahnya Sendiri
Unsplash/Kelly Sikkema

Saat si kecil sudah masuk usia sekolah maka ia akan mulai mengenal dunia luar selain keluarga. Anak pun akan mulai berinteraksi dengan teman, guru, dan orang lain. Di tengah interaksi-interaksi tersebut, ada kalanya tidak semua sesuatu berjalan seusai keinginannya.

Saat terjadi masalah dengan teman, Anda sebagai orang tua harus menanamkan padanya jika ada kalanya Anda tak bisa membantu. Dengan kata lain, hanya dialah yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Tugas Anda di sini hanya membimbing dengan memberikan sudut pandang yang berbeda.

7. Jangan Lupa Beri Semangat


Jangan Lupa Beri Semangat
Unsplash/Julia Raasch

Dan yang tak kalah penting adalah terus memberikannya semangat untuk tetap maju. Misalnya ketika ia berhasil memenuhi janjinya, maka katakanlah bahwa Anda juga sangat bangga kepadanya. Umpan balik positif seperti ini sangat berpengaruh untuk membentuk kepribadian dalam diri anak.

Menanamkan jiwa kemandirian pada anak adalah tantangan yang harus Anda hadapi sebagai orang tua. Anda harus tetap sabar dan mendorongnya untuk terus maju. Ada kalanya, Anda juga perlu membiarkan anak menemukan kemandirian dengan caranya sendiri.

Selain kemandirian pada anak, Anda juga bisa mengecek tips-tips untuk mengatasi anak yang tantrum di artikel ini. Simak juga artikel ini untuk mengetahui beberapa tips bijak untuk menenangkan anak yang berkelahi.

You can share this post!

Related Posts