Imigrasi Diminta Tak Hanya Andalkan Surat COVID-19, Buntut Temuan Mutasi Corona Inggris
Twitter/imigrasiktp
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Anggota Komisi IX Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo meminta agar pihak Imigrasi melakukan pengawasan yang ketat usai temuan 2 mutasi virus Corona Inggris yang berhasil masuk RI.

WowKeren - Pemerintah melaporkan 2 mutasi virus Corona Inggris telah terdeteksi di Indonesia. Mutasi virus yang diberi nama B117 terdeteksi pada warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Arab Saudi.

Anggota Komisi IX Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo meminta testing dan tracing dilakukan kepada orang yang pernah berkomunikasi dengan pasien. "Nah pada akhirnya pada beberapa hari ini ditemukan 2 yang terdeteksi, tentu ini tidak harus berhenti di sini," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/3).

"Kita harus telusuri dari mana di-tracing, kontak tracing-nya di mana dan kita kanalisasi sehingga benar-benar tidak menyebar dan benar-benar terdeteksi siapapun yang pernah berkomunikasi, berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif varian baru dari Inggris COVID-19 ini," sambungnya. "Nah yang menjadi perhatian kita bersama yang ada di Inggris ini kita dorong kepada pemerintah untuk benar-benar men-tracing, mendeteksi pergerakan pada siapa saja saudara kita yang terdeteksi itu mudah-mudahan bisa kita kanalisasi."

Rahmat menyebut tantangan dalam menghadapi pandemi makin berat dengan ditemukan mutasi ini. Dia menyebut penularan virus Corona varian B117 itu masuk RI karena adanya arus pergerakan manusia.


"Saya kira ini menjadi tantangan kita makin berat dalam rangka pengendalian, COVID-19 belum benar-benar kita kendalikan, kini kita mendapatkan informasi berita yang kurang mengenakkan terhadap varian baru di Inggris terdeteksi di kita ada 2 kasus," jelasnya. "Memang itu tidak akan terelakkan bahwa globalisasi atau arus pergerakan manusia yang sedemikian besar sebenarnya pemerintah kan sudah begitu rinci beberapa waktu yang lalu sementara menutup penerbangan atau warga negara asing masuk ke Indonesia. Tetapi kan tidak mungkin kita akan tutup terus."

Rahmad meyakini bahwa mutasi ini berbeda tiap-tiap negara dan berharap tak seganas negara lain. "Namun demikian terlepas ada atau tidak, memang karakteristik dari virus itu kan bermutasi, baik yang bermutasi ada di kita maupun yang di luar negeri yang masuk ke Indonesia, ini tidak bisa kita hindarkan. Mudah-mudahan di Indonesia mutasi tidak menjadi lebih ganas tetapi lebih tidak ganaslah," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pihak Imigrasi melakukan pengawasan yang ketat. Dia berharap setiap warga negara yang datang ke Indonesia harus dilakukan pengecekan yang ketat.

"Berikutnya karena ini dari luar ya, terutama dari Inggris dan menyebar ke berbagai negara, saya minta kepada Imigrasi itu benar-benar kita men-screening betul siapapun, baik warga negara kita dari luar negeri, baik warga negara asing yang ke Indonesia itu benar-benar tidak hanya sebatas mengandalkan surat saja, atau surat swab," paparnya. "Karena kemarin beberapa waktu lalu terbukti yang dari luar negeri juga ditemukannya banyak yang positif. Nah untuk itu perlu langkah yang tegas yang dari luar negeri."

Ia juga meminta agar masyarakat tak panik dengan adanya temuan mutasi virus corona B117 ini. Serta mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Berikutnya tidak perlu panik, kita tetap aja terus mengandalkan program pemerintah saya kira udah ada hasilnya, sudah landai, protokol kesehatan harus kita galakkan, harus kita bumikan di setiap saat di setiap kesempatan," tandasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts