Mutasi Corona Asal Inggris Baru Terdeteksi di RI, Menkes Nilai Karena Indonesia Disayangi Tuhan
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kasus mutasi virus yang terdeteksi pada dua orang pekerja migran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi ini disampaikan bersamaan dengan momen setahun pandemi di Indonesia pada Selasa (2/3) kemarin.

WowKeren - Kasus mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris kini sudah ditemukan pula di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa kasus mutasi strain B117 (strain UK) ditemukan pada dua orang pekerja migran Indonesia yang datang dari Arab Saudi.

Adapun kasus mutasi virus ini disampaikan bersamaan dengan momen setahun pandemi di Indonesia pada Selasa (2/3) kemarin. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lantas mengungkapkan dua alasan mengapa mutasi virus tersebut baru sekarang terdeteksi di Indonesia.

"Kalau sekarang baru keluar di kita, ada dua kemungkinan," jelas Budi dalam tayangan CNN Indonesia TV, Selasa. "Satu, Tuhan sangat menyayangi negara kita selama ini. Atau dua, memang baru ketemu sekarang."

Lebih lanjut, Budi membandingkan temuan mutasi B117 di Indonesia dengan sejumlah negara tetangga. Menurut Budi, mutasi tersebut sudah terdeteksi di Malaysia dan Singapura sejak Desember 2020 lalu. Sedangkan di Filipina, mutasi terdeteksi pada Januari 2021, dan di Thailand pada Februari 2021.


Budi lantas menyebut bahwa belum ada publikasi ilmiah yang menyatakan mutasi virus asal Inggris tersebut lebih fatal dibanding virus aslinya. Namun ia mengakui bahwa mutasi membuat virus SARS-CoV-2 lebih mudah menular. Oleh sebab itu, mantan Wakil Menteri BUMN tersebut meminta seluruh pihak untuk bekerjasama dan terus menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran mutasi virus tersebut.

Sebelumnya, kasus mutasi ini pertama kali diumumkan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. Dante menyebut dua kasus mutasi ini dilakukan dari 462 kasus yang telah diperiksa.

"Dari 462 yang sudah kita cek di seluruh Nusantara dalam beberapa bulan ini, kita sudah menemukan dua kasus (mutasi) tadi malam," terang Dante dalam acara yang disiarkan di kanal YouTube Kemenristek/BRIN pada Selasa kemarin. "Dan refleksi itu akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik, studi-studi epidemiologis secara analitik. Karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita."

Dengan temuan mutasi virus tersebut, Dante pun menilai Indonesia akan menghadapi pandemi dengan tingkat kesulitan yang semakin berat karena virus menjadi lebih cepat menyebar. Oleh sebab itu, Dante berharap agar kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dapat membawa hal positif dalam penanganan pandemi corona.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts