RI Temukan Kasus Mutasi Corona Inggris, Bisa Turunkan Efikasi Vaksin?
Unsplash/National Cancer Institute
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Ahli genomika Riza Putranto menyebutkan jika salah satu mutasi B117 perlu diwaspadai lantaran dapat mempengaruhi efikasi vaksin virus corona yang telah disuntikan ke masyarakat saat ini.

WowKeren - Mutasi virus corona asal Inggris (B117) telah ditemukan di Indonesia pada Selasa (2/3) kemarin. Dua kasus baru tersebut ditemukan pada warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Arab Saudi.

Ahli genomika Riza Putranto menjelaskan jika salah satu mutasi B117 yang diberi nama B117 E4848K diduga kuat membuat efikasi vaksin untuk melawan varian ini berkurang. "Apa itu mutasi S E484K? Perubahan pada asam amino ke-484 pada protein Spike virus yang berubah dari E (asam glutamat) menjadi K (lisin) dan menyebabkan bentuk protein Spike menjadi sedikit berbeda," kata Riza melalui pesan singkatnya, Rabu (3/3).

Riza merupakan doktor dari Universite des Sciences et Techniques du Languedoc (Montpellier II), Prancis. Ia juga menjadi relawan untuk menganalisis genom SARS-CoV-2 pada Crowfight COVID-19 International.

Fenomena ini bermula dari laporan Public Health England (PHE) Investigation of Variant of Concern 202012/01 Technical briefing 5 tertanggal 1 Februari 2021. Mereka menyatakan bahwa 11 genom SARS-CoV-2 varian B117 membawa mutasi tambahan S E484K.

"Mutasi ini membuat virusnya memiliki kemampuan untuk menurunkan efikasi vaksin," jelasnya. "Menurunkan, tidak menghilangkan seluruhnya. Ini perlu dipahami dengan baik."


Lantas, apakah mutasi E484K juga dimiliki varian SARS-CoV-2 lainnya? ⠀

"Satu varian Afrika Selatan B1351 atau 501YV2 dan tiga varian Brazil B1128, P1 serta P2 sudah membawa mutasi ini sebelumnya. Ketiga varian tersebut berkembang dari varian D614G yang memang dominan di dunia," paparnya. "Artinya lagi, jangan pernah bilang bahwa varian D614G adalah mutasi baru. Itu sudah masa lalu."

Adapun yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi mutasi ”upgrade” dari B117 adalah dengan tetap dan semakin pentingnya tindakan preventif (5M, 3T) agar tidak tertular COVID-19. "Kemudian, perlunya mensukseskan program vaksinasi untuk menurunkan penyebaran virus dan menurunkan potensi mutasi virus," imbau Riza.

"5M (Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Keluar Rumah) - kewajiban individu dan 3T (Test, Tracing dan Treatment) - kewajiban yang berwenang 3K (Kontak Dekat, Kerumunan, Kamar/Ruang Tertutup)," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap keberadaan 2 kasus mutasi virus Corona B117 dari Inggris di Tanah Air. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sendiri sudah merumuskan langkah strategis untuk mencegah virus B117 itu berkembang lebih jauh, yakni dengan membatasi mobilitas penduduk.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts