Proses Identifikasi Dihentikan, Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Memaklumi
Instagram/sriwijayaair
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Polisi menyatakan bahwa keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 telah memaklumi keputusan Tim DVI untuk menghentikan proses identifikasi jenazah. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Tim DVI Polri telah menghentikan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Selasa (2/3) kemarin. Operasi ini ditutup setelah Tim DVI berhasil mengidentifikasi jenazah 59 korban yang terdiri dari 30 laki-laki dan 29 perempuan.

Meski ada tiga korban yang belum teridentifikasi, Polri menyatakan bahwa pihak keluarga telah memberikan maklum. Terlebih, selama ini Tim DVI telah melakukan tugasnya dengan maksimal.

"Yang teridentifikasi kami beri tahu dan keluarga pun memaklumi. Inilah tugas maksimal yang bisa dilakukan tim DVI," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada awak media, Selasa (2/3).

Terkait santunan untuk ketiga keluarga korban yang belum teridentifikasi, Rusdi memastikan bahwa mereka akan tetap mendapatkannya. "Saya rasa dapat hak semua itu, bahwa Sriwijaya pun akan memberikan hak-hak daripada korban," imbuhnya.


Dengan demikian, Tim DVI telah selesai memeriksa seluruh sampel yang ditemukan selama operasi pencarian korban. Total ada 744 sampel yang terdiri dari 174 sampel antemortem dan 570 sampel posmortem.

"Dengan menggunakan metode identifikasi ini 13 dengan menggunakan sidik jari, kemudian 46 dengan metode DNA dari seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan," terang Rusdi.

Adapun tiga korban yang belum teridentifikasi adalah Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), Daniya (2 tahun) serta Panca Widia Nursanti (46 tahun). Jenazah ketiganya belum teridentifikasi karena tidak adanya sampel pembanding.

"Belum dapat teridentifikasi, karena belum adanya sampel yang dijadikan pembanding. Namun, demikian bila ada perkembangan lebih lanjut kami akan infokan kembali," ungkap Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol Rusdianto.

Sementara itu, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute perjalanan Jakarta-Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari lalu. Sebelum berangkat, pesawat yang mengangkut 62 orang ini sempat delay karena cuaca buruk.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts