Filipina Pecat Dubes yang Terekam Serang Pembantu Rumah Tangga
Pxhere
Dunia

Diketahui, Mauro ditugaskan ke Brasil pada 2018 lalu, namun ia dipanggil kembali ke Filipina pada Oktober 2020 lalu untuk menjelaskan penganiayaan fisik terhadap staf pelayannya.

WowKeren - Duta Besar Filipina untuk Brasil, Marichu Mauro, dipecat dari jabatannya usai terekam video melakukan serangan terhadap seorang pembantu rumah tangga (PRT) di kediamannya di Brasilia. Diketahui, Mauro ditugaskan ke Brasil pada 2018 lalu, namun ia dipanggil kembali ke Filipina pada Oktober 2020 lalu untuk menjelaskan penganiayaan fisik terhadap staf pelayannya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan keputusan tersebut pada Senin (1/3) waktu setempat. "Duta besar untuk Brasil yang menganiaya pembantu rumah tangga, rekomendasinya adalah... saya menandatangani dokumen yang menegaskan keputusan tersebut. Keputusan itu menjatuhkan hukuman pemecatan dari pekerjaannya," kata Duterte dalam pidato publik tersebut.

Duterte juga menyatakan bahwa pemecatan tersebut disertai dengan hukuman tambahan. Di antaranya adalah pencabutan tunjangan pensiun, diskualifikasi untuk memegang jabatan publik, hingga dilarang mengikuti ujian pegawai negeri.

"Itu hukumanmu. Begitu adanya. Saya sudah mengatakan bahwa ada aturan yang harus diikuti," tegas Duterte. "Jikan Anda tidak mengikuti aturan, Anda mengambil risiko. Jika ada yang tidak beres, maka Anda yang akan kena."


Sebelumnya, media Brasil GloboNews merilis rekaman CCTV yang menunjukkan Mauro melakukan penyiksaan fisik terhadap salah satu pekerjanya yang sudah berusia 51 tahun di beberapa kesempatan berbeda. Dalam salah satu rekaman, Mauro tampak melempar selembar kain ke wajah PRT asal Filipina tersebut dan menarik telinganya hingga ia menangis.

Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina mengeluarkan dakwaan resmi terhadap Mauro pada awal November, yang disertai dengan memo kepada Duterte tentang masalah tersebut. DFA juga sempat membentuk tim pencari fakta dalam kasus Mauro tersebut.

Sedangkan PRT yang menjadi korban Mauro telah meninggalkan Brasil pada Oktober 2020 lalu. Ia juga telah mendapat bantuan dari badan-badan pemerintah terkait.

Di sisi lain, Duterte sendiri kini tengah menggencarkan kampanye melawan pelanggaran, penyimpangan, dan korupsi di tahun terakhir ia menjabat sebagai Presiden. Meski demikian, Indeks Persepsi Korupsi Filipina 2020 tetap pada level yang sama seperti tahun lalu dan satu tingkat lebih rendah daripada ketika Duterte memulai masa kepresidenannya pada tahun 2016, yakni peringkat 115 dari total 180 negara.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts