Tiongkok Izinkan 3 Produk Obat Tradisional Ini Untuk Tangani COVID-19
pixabay.com
Dunia
Pandemi Virus Corona

Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok menyetujui tiga produk obat tradisional China (TCM) untuk dijual sebagai terapi pengobatan COVID-19 pada Rabu (3/3) lalu. Produk obat itu berasal dari resep TCM kuno.

WowKeren - Tiongkok menyetujui tiga produk obat tradisional China (TCM) untuk dijual sebagai terapi pengobatan COVID-19. Hal ini diumumkan oleh Administrasi Produk Medis Nasional pada Rabu (3/3).

Dikutip dari CNN, Sabtu (6/3), ketiga obat yang disetujui Tiongkok tersebut adalah "Pembersih dan detoksifikasi paru-paru", "Pengurai kelembaban dan detoksifikasi", dan "Pendifusi dan detoksifikasi paru-paru" Produk-produk obat itu merupakan pengobatan dari resep TCM kuno dan diklaim efektif merawat pasien COVID-19.

Meski telah disetujui, keamanan dan efektivitas dari TCM ini masih menjadi perdebatan. Meski telah ratusan tahun digunakan, pengamat berpendapat pengobatan ini belum bisa diverifikasi untuk mendukung manfaat yang diharapkan.

Seperti yang diketahui, Presiden Tiongkok Xi Jinping kerap mengelu-elukan pengobatan kuno sebagai kebanggaan nasional. Bahkan ketika pandemi COVID-19 merebak, Xi telah berulangkali mendesak para dokter untuk merawat para pasien dengan menggunakan kombinasi pengobatan Tiongkok dan Barat.

Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok menyebut, sebanyak puluhan ribu pasien COVID-19 telah menerima pengobatan herbal bersama dengan obat anti virus utama pada 2020 lalu. "Dengan menyesuaikan kesehatan seluruh tubuh dan meningkatkan kekebalan, TCM dapat membantu merangsang kemampuan pasien untuk melawan dan pulih dari penyakit, yang merupakan cara terapi yang efektif," kata Yu Yanhong, Wakil Kepala Administrasi Pengobatan Tradisional Tiongkok pada Maret 2020.


Uji klinis TCM ini sendiri telah dilakukan terhadap 102 pasien bergejala ringan di Wuhan, dengan tingkat pemulihan pasien dengan perawatan gabungan 33 persen lebih tinggi dari perawatan barat saja. Administrasi TCM dalam pernyataannya mengatakan pihak berwenang telah memuji TCM karena membantu menahan gejala COVID-19 dan membatasi terjadinya wabah.

Saat ini, Tiongkok tengah fokus untuk mengembangkan TCM tersebut. Demi memperluas industri pengobatan tradisional, pemerintah setempat bahkan memakan anggaran lebih dari 3 triliun Yuan.

Tak hanya itu, pada bulan Februari lalu, Tiongkok juga fokus untuk mendidik 100.000 profesional TCM dalam 10 tahun ke depan dengan memasukkan kurikulum TCM di sekolah. Serta membangun pusat rehabilitasi TCM yang bakal dilengkapi dengan pusat penelitian klinis.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar tidak menggunakan pengobatan herbal tradisional untuk menangani COVID-19. Meski pada akhirnya larangan tersebut dicabut karena dianggap terlalu luas.

Komunitas biomedis mengatakan WHO mengabaikan toksisitas jamu dan kurangnya bukti bahwa itu berhasil. Adapun sejumlah komunitas pecinta hewan menilai adanya TCM mengancam hak hewan untuk hidup mengingat hewan seperti harimau, trenggiling, beruang dan badak, organnya digunakan di beberapa pengobatan TCM.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts