Camila Cabello Akui Hadiri Penyuluhan Rasisme Pasca Postingan Tumblr Rasisnya Tersorot Kembali
Instagram/camila_cabello
Selebriti

Camila terbuka tentang apa yang dia lakukan untuk mendidik dirinya sendiri dan tumbuh dari situasi. Ia mengaku mengikuti sesi penyembuhan rasial mingguan untuk memperluas pandangannya soal rasisme.

WowKeren - Beberapa bulan yang lalu, postingan Tumblr Camila Cabello dari masa remajanya muncul kembali. Saat itu yang diperkirakan tahun 2012-2013, Camila me-reblog postingan rasis dan xenofobia yang mengejek orang kulit hitam, Asia, dan Meksiko, serta berisi kata-N dan bahasa ofensif lainnya.

Camila meminta maaf di Twitter setelah postingannya mulai viral, dengan mengatakan, "Ketika saya masih muda, saya menggunakan bahasa yang membuat saya sangat malu dan akan menyesal selamanya. Saya tidak berpendidikan dan tidak tahu apa-apa, dan begitu saya menyadari sejarah, beban, dan arti sebenarnya di balik bahasa yang mengerikan dan menyakitkan ini, saya sangat malu karena pernah menggunakannya. Saya kemudian meminta maaf, dan saya meminta maaf sekarang," ungkapnya.

Sekarang, berbulan-bulan kemudian, Camila terbuka tentang apa yang dia lakukan untuk mendidik dirinya sendiri dan tumbuh dari situasi. Ia mengaku mengikuti sesi penyembuhan rasial mingguan untuk memperluas pandangannya soal rasisme. "Itu menciptakan ruang di mana aku dimintai pertanggungjawaban," katanya kepada PEOPLE.


"Kamu dikoreksi, kamu punya pekerjaan rumah, dan kamu belajar. Begitulah cara kamu maju. Sekarang aku lebih tahu, jadi aku bisa lebih baik," lanjutnya.

Camila juga mengatakan ingin mengambil tindakan dengan membantu aktivis dan organisasi yang melawan ketidakadilan. "Ketika aku belajar lebih banyak tentang pengalaman orang lain di dunia, aku seperti, 'Bagaimana aku membantu orang-orang yang berada di garis depan pembongkaran sistem yang menciptakan penindasan? Dan bagaimana aku menjembatani itu dengan perjalanan pribadiku dengan kesehatan mental dan penyembuhan?'," ungkapnya.

"Kesamaan yang dimiliki semua organisasi adalah mereka membantu komunitasnya, terutama kelompok yang terpinggirkan di komunitasnya," kata Camila. "Mereka semua juga mengungkapkan kebutuhan akan sumber daya kesehatan mental ini."

"Bertemu dengan semua pahlawan yang sangat keren dan tangguh di komunitas dan di seluruh negeri yang mencoba untuk memajukan dunia dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik dan lebih aman bagi semua orang sungguh luar biasa," katanya. "Aku berharap untuk belajar lebih banyak dari mereka tentang apa yang mereka lakukan dan seperti apa pengalaman mereka di dunia."

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts