Registrasi Vaksinasi COVID-19 di Jabar Tidak Jelas, Ridwan Kamil Desak Kepala Daerah Lakukan Ini
Instagram/ridwankamil
Nasional
Vaksin COVID-19

Gubernur Ridwan Kamil menyatakan bahwa proses vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) berjalan lambat. Menurutnya, hal ini disebabkan karena alur registrasi yang tidak jelas.

WowKeren - Gubernur Ridwan Kamil menyatakan bahwa proses registrasi vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) tidak jelas. Karena itulah ia meminta kepala daerah yang berada di bawahnya untuk mempercepat prosesnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan bahwa vaksinasi di Jabar masih berada di angka 20 ribu per harinya. Jika dikalikan selama satu tahun, total vaksinasi di wilayah tersebut hanya mencapai 6 juta orang. Jumlah tersebut jauh dari target vaksinasi terhadap 36 juta penduduk Jabar yang diharapkan bisa rampung tahun ini.

"Sekarang 20 ribu per hari. Kalau 300 hari saja (1 tahun) baru 6 juta jiwa. Jabar targetnya 36 juta jiwa, makanya baru bisa enam tahun selesai semua," kata Emil dalam rapat Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Gedung Sate, Senin (8/3).

Emil berpendapat bahwa kekebalan komunitas (herd immunity) bisa tidak terbentuk jika vaksinasi untuk seluruh warga dilakukan terlalu lama. Hal itu dikarenakan vaksin memiliki masa kedaluwarsa dalam menghalau virus.

Menurut Emil, lambatnya vaksinasi Corona di Jabar disebabkan karena proses registrasi yang tidak jelas. Karena itulah ia mendesak kepala daerah yang berada di bawahnya untuk mempercepat proses pendataan dan vaksinasi.


"Jadi titip pada kepala daerah jangan sampai didemo warga karena tidak ada vaksinasi. Karena barangnya ada, tapi proses registrasinya tidak jelas," tegas Emil.

Emil juga memasang target agar kepala daerah dapat menyelesaikan pendataan penerima vaksin pada pekan ini. "Saya tunggu Minggu ini. Jangan sampai Minggu depan pas evaluasi data masih memprihatinkan," sambungnya.

Di samping itu, Emil juga menyatakan bahwa Jabar memiliki tenaga vaksinator yang cukup banyak yakni 11 ribu orang. Jumlah ini masih akan bertambah karena mendapat bantuan dari TNI dan Polri. "Vaksinator kita itu ada di 11 ribuan ya dan ditambah oleh beberapa ribu dari TNI-Polri sementara masih memadai," pungkas Emil.

Sementara itu, Indonesia saat ini tengah memasuki tahap kedua vaksinasi COVID-19. Target penerima dalam tahap ini adalah 38.513.446 jiwa yang terdiri dari 21 juta lebih lansia dan 17 juta pekerja pelayanan publik, yang diharapkan rampung pada bulan Mei mendatang.

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat vaksinasi. Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi drive thru di kawasan Bali dan Jakarta. Sesuai dengan namanya, pemberian vaksin dilakukan tanpa harus turun dari kendaraan, sehingga dapat mencegah kerumunan sekaligus mempercepat proses penyuntikan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts