Kemenkes Pastikan Vaksin Sinovac yang Kedaluwarsa Maret 2021 Sudah Habis Dipakai
Reuters
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa vaksin yang akan kedaluwarsa tersebut adalah vaksin CoronaVac berbentuk botol kecil atau vial yang berisi satu dosis.

WowKeren - Masa kedaluwarsa vaksin virus corona Sinovac belakangan ini menuai sorotan. Pasalnya, masa kedaluwarsa vaksin Sinovac dipercepat menjadi enam bulan dan jatuh pada bulan Maret 2021 ini.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi lantas memberikan penjelasan terkait kedaluwarsa vaksin Sinovac tersebut. Menurut Nadia, informasi soal kedaluwarsa 25 Maret 2021 merujuk pada vaksin Sinovac batch pertama yang diterima Indonesia. Namun, Nadia memastikan bahwa vaksin tersebut kini telah habis digunakan sebelum masa kedaluwarsa.

"Mengenai kedaluwarsa vaksin Sinovac, kami sampaikan bahwa yang akan kedaluwarsa merupakan vaksin CoronaVac (produksi Sinovac) batch pertama, yakni sejumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis," terang Nadia dikutip dari Kompas.com, Senin (15/3). "Vaksin ini telah kita gunakan untuk diberikan kepada 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50.000 orang pemberi pelayanan publik. Saat ini, vaksin ini sudah habis kita gunakan."

Lebih lanjut, Nadia juga mengungkapkan bahwa vaksin yang akan kedaluwarsa tersebut adalah vaksin CoronaVac berbentuk botol kecil atau vial yang berisi satu dosis. Satu botol vaksin tersebut ditujukan untuk satu kali penyuntikan.


Adapun vaksin yang saat ini digunakan untuk penyuntikan kalangan lansia dan pemberi pelayanan publik adalah vaksin Sinovac yang menggunakan kemasan botol besar. "Menggunakan kemasan botol besar atau vial yang berisikan 10 dosis atau dapat diberikan kepada 10 orang sasaran vaksinasi," papar Nadia.

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) atas persetujuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan mengubah masa kedaluwarsa vaksin buatan Sinovac yang kini sedang disuntikkan ke warga di Indonesia. Dari masa kedaluwarsa 19 September 2023 untuk produksi vaksin angkatan pertama misalnya, menjadi 25 Maret 2021.

Namun demikian, Bio Farma menyatakan bahwa seluruh vaksin corona batch pertama yang masa kedaluwarsanya akan habis pada 25 Maret 2021 sudah didistribusikan awal Januari 2021 lalu. Menurut Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung, Kusnandi Rusmil, salah satu alasan percepatan tanggal kedaluwarsa vaksin ini adalah supaya stok yang ada di tempat penyimpanan Bio Farma segera keluar untuk dipakai.

"Diganti menjadi enam bulan karena akan dipakai secepatnya," kata guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu, Selasa (9/3). "Saya pernah nanyain ke Bio Farma, bilangnya supaya yang datang duluan cepat dipakai sehingga expired-nya diganti."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts