Guru di Jombang Dilaporkan Meninggal Pasca Terima Vaksin COVID-19, Masuk KIPI?
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) harus diawasi dan dilaporkan kepada otoritas berwenang demi mengawasi efek samping dari vaksin COVID-19 yang sudah mulai didistribusikan.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 yang digelar di berbagai daerah Indonesia tentu saja harus diikuti degnan pengawasan KIPI alias Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Salah satunya adalah soal meninggalnya seorang guru SDN Sumberejo 3 Wonosalam, Jombang berinisial KS yang dilaporkan sebagai kasus KIPI karena meninggal 2 hari pasca divaksin.

Kabar ini turut dibenarkan oleh Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran yang diminta menyampaikan kronologi dan rekam jejak keluhan saat menangani pasien. "Ya memang kita diminta melaporkan sebagai kasus KIPI oleh Dinkes Jawa Timur," ujar Pudji, Senin (15/3).

Perihal pelaporan ini, diterangkan Pandji karena sesuai prosedur semua kejadian atau gejala yang muncul dialami dalam kurun waktu 30 hari sesudah mengikuti vaksinasi. "Jadi semua gejala yang muncul dalam waktu 30 hari itu masuk kasus KIPI. Baik diare, demam, panas atau gejala lain," terang Pandji, dikutip dari Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (16/3).

Namun yang jelas Pandji belum bisa memastikan apakah KS meninggal akibat vaksinasi atau bukan. Ketika merawat KS kala itu, Pandji dan rekan-rekan fokus mengobati pasien yang mengalami kejang-kejang hebat. Atas gejala yang dialami itulah Pandji malah menduga KS meninggal akibat epilepsi.


"(Soal penyebab utama meninggalnya KS) itu Dinkes Provinsi yang tahu, karena kami hanya diminta laporan saja. Bahkan kami belum tahu kalau awalnya yang bersangkutan mengalami keluhan usai divaksin," ungkap Pandji.

"Saat itu sudah kami lakukan skrining COVID-19 tapi hasilnya negatif. Dan kami fokus menangani kejang-kejangnya itu," imbuhnya.

Masih mengutip dari Jawa Pos Radar Jombang, KS meninggal dunia pada Jumat (5/3) siang. Ia rupanya dilaporkan meninggal dunia 2 hari pasca menerima vaksin COVID-19 dari pemerintah.

"Jadi ini tinggal di Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, meninggal hari Jumat," ujar G, salah seorang warga Mojoagung. "Setelah menjalani vaksinasi bersama, beberapa hari setelahnya meninggal, jadi warga khawatir."

Ketika dikonfirmasi segera setelah kabar itu mencuat, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, drg Subandriyah mengaku belum mendapat laporan. Namun ia berharap supaya peristiwa itu bukan bagian dari KIPI. "Maksudnya skrining pra vaksinasi sudah ketat, teman-teman sudah tahu. Semoga saja bukan KIPI, semoga penyakit lain," pungkas Subandriyah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts