Studi Sebut Penyintas COVID-19 Cukup Dapat 1 Dosis Vaksin Saja, Ini Penjelasannya
Twitter/KemenkesRI
Health
Vaksin COVID-19

Dalam studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine mengungkap satu dosis vaksin COVID-19 mRNA sudah cukup memberikan perlindungan kepada pasien sembuh dari virus corona.

WowKeren - Penelitian terus dilakukan untuk menuntaskan pandemi COVID-19. Salah satunya studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine.

Dalam studi tersebut mengungkap satu dosis vaksin COVID-19 mRNA sudah cukup memberikan perlindungan kepada orang yang sembuh dari COVID-19 atau penyintas. Tingkat perlindungan pada orang yang telah sembuh dan telah divaksin pertama kali dinilai lebih tinggi, daripada orang yang belum pernah terinfeksi dan sudah divaksin dua kali.

Uji coba untuk mengukur respons antibodi ini dilakukan kepada 110 orang oleh tim peneliti dari Icahn School of Medicine Mount Sinai New York. “Alasan mengapa kita mendapatkan dua dosis dari beberapa vaksin adalah untuk menjaga sistem kekebalan kita, dan kemudian meningkatkan sistem kekebalan setelah itu,” ujar seorang spesialis penyakit menular di Rumah Sakit St. Joseph di Hamilton Ontario Dr. Zain Chagla dikutip dari Global News, Selasa (16/3).

Menurut penelitian, antibodi dari orang yang telah terinfeksi COVID-19 terdeteksi lebih tinggi 10 hingga 45 kali lipat. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan antibodi orang yang belum pernah terinfeksi COVID-19 dan mendapatkan dosis pertama vaksin.


"Sederhananya, sembuh dari infeksi COVID-19 secara alami sama dengan dosis pertama vaksin, yang jadi dasar kekebalan tubuh," kata Chagla. "Ditambah satu dosis vaksin lagi, akan semakin meningkatkan (antibodi)."

Hasil penelitian tersebut mengungkap antibodi pada penyintas COVID-19 diukur meningkat enam kali setelah dosis pertama vaksin. Kemudian pada vaksinasi dosis kedua, pada pasien yang tak memiliki riwayat virus corona, sistem tubuhnya meningkat tiga kali lipat.

Sementara untuk penyintas, tidak ada peningkatan antibodi sama sekali. Sehingga tim peneliti menyimpulkan penyintas dimungkinkan hanya perlu satu dosis vaksin saja.

Setelah menilik respons antibodi dari 110 peserta, tim juga melihat efek samping dari 230 peserta lainnya. Secara keseluruhan, tidak ada efek samping serius yang menyebabkan orang mesti dirawat di rumah sakit.

Adanya temuan ini tentunya mendapat sambutan baik. Pasalnya, hal ini bisa menjadi upaya dalam menghemat dosis vaksin. "Kami benar-benar melihat ini (sebagai sebuah upaya) untuk menghemat dosis (vaksin),” pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts