Jelang Vaksinasi COVID-19 Mandiri, BPOM Ungkap 4 Jenis yang Bakal Dipakai
Pixabay/hakan german
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepala BPOM Penny Lukito mengungkap 4 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri berikut perkembangannya untuk didatangkan ke Indonesia.

WowKeren - Selain melalui program gratis yang diselenggarakan pemerintah, vaksinasi COVID-19 juga akan disediakan lewat skema "gotong royong". Vaksinasi mandiri yang melibatkan pihak swasta ini pun terus dimatangkan rencananya agar bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dan dijelaskan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito, ada 4 jenis vaksin yang akan dipakai di skema Vaksinasi Gotong Royong ini. Yakni Sinopharm, Moderna, Sputnik, dan Novavax.

Penny pun menjelaskan progres dari masing-masing jenis vaksin. Pertama Sinopharm yang menurut Penny saat ini sedang menunggu data pasti dan jadwal yang sudah dibicarakan pemerintah.

"Ada beberapa data yang masih di proses data mutu kami tunggu. Beberapa kelengkapan data aspek khasiat," tutur Penny dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).


Sementara itu vaksin Sputnik asal Rusia masih dalam proses registrasi dari perusahaan yang memproduksi. Kendati demikian, kepastian penggunaan vaksin Sputnik di vaksinasi mandiri ini masih akan dibicarakan dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN.

"Tugas BPOM menjamin keamanan mutu, bukan berarti hasil penilaian BPOM itu pasti dibeli," terang Penny. "Nanti ada prosesnya lagi dari Kemenkes atau KemenBUMN akan digunakan vaksin mandiri atau tidak, tapi Sputnik sudah ada pembicaraan."

Sementara jenis vaksin berikutnya adalah Novavax yang menurut Penny masih membutuhkan bridging study. Sedianya vaksin Novavax yang diproduksi di India lah yang akan masuk ke Indonesia. Persetujuan BPOM (FDA / Food and Drug Administration) India sendiri baru akan keluar pada Mei atau Juni 2021 mendatang.

Sedangkan yang terakhir adalah vaksin Moderna asal Amerika Serikat. Penny menyatakan vaksin ini telah mendapat condition of approval dari FDA AS dan Inggris. BPOM sendiri saat ini tengah menyelesaikan MoU dengan PT Bio Farma agar memproduksi bersama demi kebutuhan Vaksin Gotong Royong.

Sebelumnya, pada awal Maret ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ada 22 juta dosis vaksin dari jenis Sinopharm dan Moderna yang didatangkan demi kebutuhan vaksinasi mandiri. "Sinopharm 15 juta Kuartal I dan Kuartal II-2021. Moderna 5,2 juta Kuartal III dan Kuartal IV-2021," demikian kutipan bahan paparan Airlangga dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, Selasa (2/3).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts