Tanggapi Negara Yang Khawatir Gunakan Vaksin AstraZeneca, WHO Minta Untuk Tetap Digunakan
Dunia
Vaksin COVID-19

Kasus pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca membuat sejumlah negara menunda penggunaannya. WHO meminta sejumlah negara di dunia untuk terus melanjutkan menyuntikkan vaksin AstraZeneca.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia, khususnya di Eropa memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran setelah muncul kasus pembekuan darah yang dialami penerima vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca di beberapa negara Eropa.

Sebanyak 17 negara, termasuk Indonesia telah memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Indonesia diketahui menunda penggunaan vaksin AstraZeneca ketika baru saja menerima 1,1 juta dosis.

Selain Indonesia, beberapa negara di Eropa seperti Italia, Denmark, Norwegia, Belanda, Prancis, dan Jerman juga memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin buatan perusahaan farmasi asal Inggris yang berkolaborasi dengan Universitas Oxford itu. Sama halnya dengan Indonesia, negara-negara tersebut juga menangguhkan pemakaian vaksin AstraZeneca sampai ada konfirmasi lebih lanjut dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Melihat bertambahnya negara yang melakukan penangguhan terhadap penggunaan vaksin AstraZeneca, WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan. Melalui Soumya Swaminathan selaku kepala ilmuwan, WHO meminta semua negara untuk tetap meneruskan dan mulai menggunakan vaksin AstraZeneca.

"Kami tidak ingin orang-orang panik," tutur Soumya Swaminathan dikutip dari AFP, Selasa (16/3). "Karena itu, kami merekomendasikan agar semua negara terus melakukan vaksinasi dengan AstraZeneca."


Swaminathan menegaskan jika tidak ada hubungannya antara pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca. Ia juga mengungkapkan pembekuan darah di masyarakat sebenarnya bukan hal yang tabu lagi. Pembekuan darah disebut kerap dialami masyarakat umum.

Di sisi lain, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika para ahli keamanan vaksin sedang melihat data AstraZeneca. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dari vaksin AstraZeneca agar negara-negara tersebut bisa kembali menyuntikkannya dengan yakin.

"Komite penasehat WHO untuk keamanan vaksin telah meninjau data yang tersedia, melakukan kontak dekat dengan European Medicines, dan akan bertemu besok," pungkas Tedros.

Di Indonesia sendiri, penggunaan vaksin AstraZeneca diketahui belum terlaksana. Saat ini, vaksin AstraZeneca masih dalam penelitian lebih lanjut oleh BPOM. Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca yang dipermasalahkan di Eropa berbeda dengan di Indonesia.

"Itu dikaitkan dengan AstraZeneca, kami bisa mengetahui keamanan vaksin ini termasuk adanya kasus penggumpalan darah," terang Penny dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3). "Tapi nomor batch yang ditangguhkan di Eropa tidak termasuk nomor yang masuk ke Indonesia."

Mengenai hal tersebut, Penny juga menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus berkomunikasi dengan WHO. "Kami masih berkomunikasi dengan WHO, SAGE (Strategic Advisory Group of Experts on Immunizaton) dan masih dalam tahap proses," tandas Penny.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts