Cermati! Begini Cara Bedakan Vaksin Sinovac yang Jelang Kedaluwarsa dan Produksi Bio Farma
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Meski pemerintah sudah menegaskan vaksin Sinovac yang masa simpannya berakhir 25 Maret 2021 mendatang sudah habis, ada baiknya untuk tetap mencermati ciri-cirinya berikut ini.

WowKeren - Di tengah upaya pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 di Indonesia, ketersediaan vaksin Sinovac malah dihadapkan dengan masalah kedaluwarsa. Disebutkan vaksin Sinovac yang didatangkan ke Tanah Air akan berakhir masa pakainya pada Kamis (25/3) mendatang.

Namun tidak perlu khawatir. Pemerintah sendiri sudah memastikan bahwa vaksin yang menjelang habis masa simpannya itu sudah tidak lagi diedarkan di Tanah Air.

Kendati begitu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan sejumlah perbedaan vaksin Sinovac dengan yang diproduksi Bio Farma. Meski sama-sama berbahan dasar buatan Sinovac, vaksin "gelombang 2" ini diproduksi oleh PT Bio Farma dan masa simpannya masih panjang.

Lantas apa saja bedanya? Menurut Siti Nadia, ada 2 ciri utama yang bisa diamati, seperti dijelaskannya dalam jumpa pers virtual pada Selasa (16/3).

Yang pertama adalah tutup vaksin COVID-19 buatan Sinovac, yang diberi merek dagang CoronaVac berwarna oranye. Sedangkan tutup vaksin COVID-19 yang dibuat Bio Farma berwarna biru.


Kendati keduanya sama-sama berbentuk vial, Siti Nadia mengungkap ada perbedaan ukuran. Vial vaksin COVID-19 milik Bio Farma bisa disuntikkan untuk 9-11 orang sekaligus dengan dosis setengah cc, sehingga botolnya relatif lebih besar ketimbang CoronaVac.

Perihal vaksin Corona dari Sinovac ini, menurut Siti Nadia, seharusnya sudah habis dipakai semua. Sebab vaksin-vaksin ini tiba di Indonesia pada Desember 2020 lalu dan mayoritas diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

"Tentunya pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir," terang Siti Nadia. "Karena pemerintah menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat."

"Jadi kami pastikan bahwa vaksin Sinovac, atau yang saat ini kami berikan adalah vaksin Sinovac produksi Bio Farma, yang memiliki masa simpan masih cukup lama. Diproduksi Januari dan Februari 2021," imbuhnya menegaskan.

Perihal masa simpan vaksin ini, disebutkan Siti Nadia, adalah sekitar 6 bulan sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini disesuaikan dengan uji stabilitas vaksin yang dilakukan secara berkala.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts