MUI Sarankan Vaksinasi COVID-19 Malam Hari Saat Ramadhan, Apa Kata Kemenkes?
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Salah satu rekomendasi MUI adalah melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada malam hari lantaran dikhawatirkan berbahaya bagi penerima yang sedang berpuasa siangnya. Apa kata Kemenkes soal ini?

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 terus dikebut oleh pemerintah di tengah "kepungan" risiko varian baru virus yang lebih berbahaya. Dan baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkap fatwa bahwa vaksinasi tetap bisa dilakukan tanpa membatalkan puasa di bulan Ramadhan beberapa waktu ke depan.

Namun selain itu MUI juga memberikan rekomendasi lain berupa vaksinasi yang sebaiknya digelar pada malam hari. "Rekomendasi kedua, pemerintah dapat melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari di bulan Ramadhan terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa," ujar Ketua Komisi Bidang Fatwa MUI dalam siaran persnya.

Latar belakang penerbitan rekomendasi ini adalah kekhawatiran akan bahaya yang dirasakan penerima vaksin. Pasalnya pada siang hari mereka berpuasa dan tentu saja kondisi fisiknya akan lebih lemah ketimbang saat normal.

Lantas apa kata Kementerian Kesehatan soal rekomendasi tersebut? Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menilai rekomendasi tersebut masih harus didiskusikan lebih lanjut oleh pemerintah karena tentu saja memerlukan persiapan.


"Karena kan pengaturannya nanti seperti apa. Kemudian juga kita tidak mau nanti justru kalau siang hari kita sudah melakukan vaksinasi, malam hari kita juga membuka vaksinasi, siapa yang akan datang? Karena sebagian melakukan ibadah malam hari," ujar Siti Nadia dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (17/3).

Rekomendasi MUI, tutur Siti Nadia, sejatinya masih memungkinkan untuk dilaksanakan pada siang hari meski saat bulan Ramadhan. "Karena di bulan Ramadhan, umat Islam pada malam hari bukannya tidak melakukan aktivitas apapun kan? Mereka tetap melakukan ibadah," kata Siti Nadia.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi pada malam hari juga harus mempertimbangkan aspek visibilitas pelaksanaan alias apakah bisa terlihat dengan jelas dan mengganggu selama prosesnya atau tidak. "Ini kembali lagi, kita lihat. Artinya visibilitas dan sebagainya, tapi itu memungkinkan," pungkas Siti Nadia.

Indonesia sendiri saat ini tengah berada di tahap II vaksinasi COVID-19 dengan sasaran utama lansia serta pekerja di sektor publik. Namun dalam waktu dekat Vaksin Gotong Royong yang melibatkan pihak swasta siap digelar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts