Pemerintah Gunakan Beragam Jenis Vaksin COVID-19 Dalam Program Vaksinasi, Bisakah Warga Memilih?
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Muncul pertanyaan apakah peserta vaksinasi COVID-19 bisa memilih jenis vaksin inovac atau AstraZeneca? Jubir vaksinasi corona Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi pun memberi jawaban sebagai berikut.

WowKeren - Pemerintah telah mengamankan berbagai vaksin COVID-19 dari beberapa negara di dunia untuk melaksanakan program vaksinasi. Diketahui hingga vaksinasi tahap kedua, vaksin asal Tiongkok Sinovac masih digunakan.

Selain Sinovac, adapula 1,1 juta vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia beberapa waktu lalu. Vaksin ini juga menurut rencana akan langsung dipakai di tahap II yakni pelayan publik dan lansia.

BPOM telah mengeluarkan izin untuk menggunakan vaksin AstraZeneca. Namun, masih belum diketahui kapan vaksin tersebut bisa digunakan.

"Nanti sasarannya beda. Masih tahap kedua tapi bisa beda lokasi dan beda siapa sasaran yang akan diberikan," kata Nadia melalui pesan singkat, Rabu (17/2). "Sasaran yang akan diberikan tapi masih yang termasuk kriteria tahap kedua ini. Siapa saja? Masih menunggu arahan BPOM."


Jenis vaksin yang beragam ini lantas menuai pertanyaan dari publik. Apakah boleh memilih vaksin Sinovac atau AstraZeneca ketika menerima vaksinasi?

Nadia menjelaskan jika hal itu tak bisa dilakukan. "Enggak bisa memilih (AstraZeneca atau Sinovac)," tegasnya.

Sebelumnya, Kemenkes menjelaskan, kekebalan terhadap COVID-19 tidak langsung muncul saat seseorang disuntik vaksin dosis pertama. Tubuh memerlukan waktu untuk membentuk antibodi. Jadi, orang yang disuntik vaksin dosis pertama masih berpotensi terinfeksi virus corona.

Cepat atau lamanya tubuh menghasilkan antibodi tergantung pada imunitas seseorang. Makin rendah imunitas, makin lama antibodi terbentuk. Begitu pun sebaliknya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts