Ketua Satgas IDI Ingatkan Penerima Vaksin Corona Belum Pasti Tak Akan Tularkan Virus ke Orang Lain
Pixabay/whitesession
Nasional
Vaksin COVID-19

Menurut Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban, penerima vaksinasi corona masih bisa menjadi sumber penularan kepada orang lain.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) telah dimulai di Indonesia sejak akhir Januari 2021 lalu. Program vaksinasi ini bertujuan untuk membentuk kekebalan berkelompok alias herd immunity sehingga pandemi corona dapat segera berakhir.

Meski demikian, Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa orang yang telah divaksinasi belum pasti tak akan menularkan virus corona. Menurutnya, penerima vaksinasi corona masih bisa menjadi sumber penularan kepada orang lain.

"Yang jelas, belum ada kepastian apakah penerima vaksin itu tidak menularkan virus ke orang," tulis Zubairi di akun Twitter miliknya, dikutip pada Kamis (18/3). "Memang, tubuhnya terlindungi dan kebal. Namun, di sekitar mulut dan hidung, beberapa ahli menduga, masih ada virus yang bisa menular ke orang lain.."

Oleh sebab itu, Zubairi menyarankan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah menerima vaksinasi. Hal ini dilakukan demi mencegah adanya kemungkinan penularan COVID-19.


" Artinya prokes harus tetap dianut. Kenapa prokes tetap dianut?" lanjut Zubairi. "Karena masih ada kemungkinan-kemungkinan penularan. Misalnya, virus korona Afrika Selatan dimungkinkan bisa menginfeksi orang yang telah divaksinasi AstraZeneca. Vaksin ini kan sudah terbukti tidak bisa melindungi varian dari Afrika Selatan."

Lebih lanjut, Zubairi mengungkapkan bahwa COVID-19 dapat menularkan bahkan saat seseorang tidak sakit atau tidak tahu dirinya positif corona. Vaksin disebutnya dapat membantu mengatasi masalah ini.

"Vaksin membantu dalam hal apa? Ya mencegah Anda menjadi sakit parah jika Anda tertular COVID-19," terang Zubairi. "Sehingga tidak membebani sistem kesehatan."

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah memberikan penjelasan mengenai kapan antibodi dari vaksin akan terbentuk dan mampu melindungi penerimanya dari infeksi COVID-19. Menurut Kemenkes, vaksin COVID-19 yang membutuhkan dua kali penyuntikan baru akan membentuk kekebalan setelah pemberian dosis kedua.

Namun, durasi pembentukan antibodi ini sangat ditentukan oleh tingkat imunitas seseorang. Semakin rendah imunitasnya, yang ditentukan oleh banyak faktor, maka semakin lama juga antibodi akan terbentuk.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts