BPOM Eropa Sebut Vaksin AstraZeneca Aman dan Efektif, Jerman Hingga Prancis Lanjutkan Penggunaan
Pixabay
Dunia
Vaksin COVID-19

Di sisi lain, pada Kamis (18/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah meminta negara-negara untuk melanjutkan penggunaan vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca.

WowKeren - BPOM Eropa atau European Medicines Agency (EMA) diketahui melakukan peninjauan terhadap vaksin AstraZeneca usai 13 negara di Uni Eropa menangguhkan penggunaannya. Penangguhan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terkait dengan pembekuan darah.

Kekinian, EMA menyatakan bahwa vaksin virus corona AstraZeneca "tidak berkaitan" dengan risiko pembekuan darah yang lebih tinggi. EMA juga menyimpulkan bahwa vaksin AstraZeneca "aman dan efektif" digunakan.

"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif," tutur Direktur Eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam konferensi pers. "Manfaatnya dalam melindungi orang dari COVID-19 dengan risiko kematian dan rawat inap lebih besar daripada kemungkinan risikonya."

Menurut Cooke, Komite Ahli untuk Keamanan Obat EMA menemukan bahwa "vaksin tidak terkait dengan peningkatan risiko keseluruhan ... penggumpalan darah". Namun ia juga menyatakan bawha EMA tidak dapat mengesampingkan secara pasti hubungan antara vaksin dan "sejumlah kecil kasus gangguan pembekuan darah yang jarang dan tidak biasa tetapi sangat serius".


Oleh sebab itu, Komite tersebut merekomendasikan peningkatan kesadaran tentang kemungkinan risiko pembekuan darah tersebut dengan memastikan bahwa risiko itu disertakan dalam informasi produk. Cooke juga mengungkapkan bahwa investigasi tambahan terkait hal ini tengah diluncurkan.

Masing-masing negara Uni Eropa pun diberi kebebasan untuk memutuskan apakah mereka akan melanjutkan kembali vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca dan kapan penggunaannya dimulai. Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol lantas menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Sedangkan Swedia mengaku butuh "beberapa hari" untuk memutuskan apakah mereka akan lanjut menggunakan vaksin AstraZeneca atau tidak.

Di sisi lain, pada Kamis (18/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga meminta negara-negara untuk melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. WHO dijadwalkan merilis hasil tinjauannya terkait keamanan vaksin AstraZeneca pada Jumat (19/3) hari ini.

Investigasi WHO tersebut difokuskan pada beberapa kasus kelainan darah yang tidak biasa. Secara khusus, WHO mengamati kasus trombosis vena serebral alias pembekuan darah di kepala.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts