Harga Gabah Turun, Petani Padi Tolak Kebijakan Pemerintah Impor Beras
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Pemerintah Indonesia membuat kebijakan akan mengimpor beras sebanyak satu juta ton. Hal itu membuat sejumlah petani di Blitar mengalami kekhawatiran, sehingga menolak kebijakan Pemerintah tersebut.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui membuat kebijakan akan mengimpor beras sebanyak satu juta ton. Kebijakan ini mendapat respons dari sejumlah petani padi yang ada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sejumlah petani padi di Blitar merasa tidak tepat untuk mengimpor beras di tengah panen raya seperti sekarang ini.

"Kasihan petani lah, panen raya masih banyak, ibaratnya masih mencukupi kebutuhan nasional," ujar Ahmad Maulana, salah satu petani padi dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV. "Itu (kebijakan pemerintah) ndak baik sebenarnya."

Para petani padi di Blitar tersebut menolak kebijakan pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak 1 juta ton. Para petani padi khawatir jika kebijakan tersebut nantinya akan berdampak buruk bagi mereka.

Para petani di Kecamatan Kanigoro, Blitar mengeluhkan rendahnya harga gabah di tengah masa panen raya. Harga gabah kini diketahui sampai pada Rp 3800 hingga Rp 4000 per kilogram. Kondisi seperti itu membuat para petani padi tidak mendapatkan untung.


Selain rendahnya harga gabah, petani juga mengeluhkan harga pupuk yang mahal. Hal ini semakin membuat para petani padi tidak mendapatkan untung karena pengeluaran dengan pemasukan tidak seimbang.

"Hasilnya nggak cocok dengan biayanya," tutur Saimin, petani padi lainnya. "Biaya pengeluarannya dua juta, nanti pemasukannya ndak ada sekian, cuma satu juta."

Dengan adanya kebijakan pemerintah yang akan mengimpor beras, harga gabah semakin jatuh. Ancaman kebangkrutan pun kini membayangi para petani di tengah masa panen raya yang akan berlangsung hingga bulan Mei 2021.

Para petani padi di Blitar berharap kebijakan Pemerintah Indonesia bisa dipertimbangkan kembali. Mereka semua diketahui merasa khawatir akan mengalami kebangkrutan jika kebijakan tersebut dilaksanakan.

Dari data Dinas Pertanian, diketahui lahan sawah di Kabupaten Blitar mampu menghasilkan sekitar 280 ribu ton gabah setiap tahunnya. Dengan hasil tersebut, Kabupaten Blitar mengalami surplus gabah sebesar 30 persen dari total kebutuhan pangan selama satu tahun.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts