Vaksin AstraZeneca Dapat Izin BPOM Dan MUI, Siap Digunakan?
pixabay.com
Nasional
Vaksin COVID-19

BPOM dan MUI telah memberikan izin atas penggunaan vaksin AstraZeneca untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Dengan adanya izin yang telah diberikan, ini memungkinkan vaksin AstraZeneca akan segera digunakan.

WowKeren - Vaksin AstraZeneca akhirnya telah mendapatkan izin dari BPOM dan MUI. Sebelumnya, vaksin AstraZeneca ditangguhkan dan dikaji lebih lanjut oleh BPOM dikarenakan adanya isu efek samping dari vaksin tersebut. Sedangkan untuk MUI, sempat "mengharamkan" vaksin AstraZeneca dikarenakan mengandung unsur babi.

Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 BPOM menjelaskan perkembangan terkait dengan penggunaan vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca. Berdasarkan dari hasil pengkajiannya mengenai vaksin AstraZeneca, BPOM memutuskan untuk mengeluarkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) di tanggal 22 Februari 2021. Selain itu, vaksin AstraZeneca juga telah masuk di dalam WHO-Emergency Use Listing (EUL).

"Berdasarkan evaluasi terdapat data khasiat, keamanan dan mutu vaksin, maka Badan POM telah menerbitkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada tanggal 22 Februari 2021 dengan nomor EUA 215810143A1," tutur Lucia pada saat konferensi pers, Jumat (19/3).

Pada Kamis (18/3), telah dilangsungkan pertemuan European Medicines Agency (EMA) yang membahas mengenai manfaat vaksin AstraZeneca dalam penanganan COVID-19. Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui bahwa manfaat dari vaksin AstraZeneca lebih besar daripada efek sampingnya.


"Vaksin tidak terkait dengan risiko pembekuan darah atau kejadian penggumpalan darah secara keseluruhan (tromboemboli) pada mereka yang menerima vaksin," papar Lucia. "EMA juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan terkait kualitas vaksin COVID-19 AstraZeneca secara menyeluruh ataupun dengan bets tertentu."

Sementara itu, MUI menyatakan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca diperbolehkan karena ada unsur kebutuhan mendesak di dalamnya. Ada lima dasar yang dijadikan MUI sebagai pedoman dalam memberikan izin penggunaannya.

"Dasar pertama pada saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi kebutuhan mendesak (hajah syar'iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar'iy (dlarurahsyar'iyyah)," papar KH. Asrorun Niam Sholeh selaku Ketua MUI Bidang Fatwa secara tertulis, Jumat (19/3). "Kemudian ada keterangan ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya jika tidak segera divaksinasi COVID-19.

KH. Asrorun menjelaskan itu semua tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin COVID-19 Produk AstraZeneca. Ia juga berpesan dengan adanya keputusan tersebut, diharapkan bisa meyakinkan umat Islam dalam melakukan vaksinasi COVID-19 jenis AstraZeneca yang dilaksanakan pemerintah untuk memutus rantai persebaran virus Corona.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts