7 Tips Pengasuhan Digital untuk Anak, Waspadai Konten Berbahaya Hingga Sexting!
Pixabay
SerbaSerbi

Media sosial memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan orang-orang, tak hanya teman maupun sanak keluarga melainkan juga orang asing sehingga perlu diawasi.

WowKeren - Mengenalkan dunia digital pada si kecil boleh dibilang bukan hal yang mudah. Sebab di era digital seperti sekarang ini, teknologi telah memungkinkan informasi dapat dengan mudah diakses. Yang mana sayangnya, tidak semua informasi maupun konten cocok untuk si kecil.

Di zaman seperti sekarang ini di mana banyak orang telah menjadi pengguna media sosial, membuat masyarakat tidak pernah lepas dari hal itu. Begitu juga dengan anak, di mana media sosial bisa memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan orang-orang, tak hanya teman maupun sanak keluarga melainkan juga orang asing.

Untuk itu sebagai orang tua, Anda wajib melakukan pengawasan dan memperhatikan konten-konten apa saja yang diakses oleh si kecil. Berikut beberapa panduan untuk pola pengasuhan digital bagi anak agar tetap aman dan nyaman.

(wk/zodi)

1. Tetapkan Batasan Waktu Layar


Tetapkan Batasan Waktu Layar
Piqsels

Berselancar di dunia maya bisa menjadi aktivitas candu, tak hanya bagi orang dewasa namun pada anak sekalipun. Konten yang bermacam-macam baik itu yang ada di media sosial maupun situs-situs tertentu bisa membuat anak lupa waktu. Untuk itu, Anda perlu menentukan batasan waktu layar bagi si kecil.

Terlalu lama menatap layar tentu tak baik bagi kesehatan mata si kecil. Jelaskan pada si kecil berapa lama dia boleh menghabiskan waktu dengan ponsel selama sehari. Ajarkan dia untuk manajemen waktu bahwa selain menghabiskan waktu di depan layar masih ada aktivitas lain yang perlu dilakukannya, termasuk belajar dan berinteraksi dengan teman.

2. Beri Pemahaman Tentang Cyber Bullying


Beri Pemahaman Tentang Cyber Bullying
Piqsels

Salah satu efek samping semakin maraknya penggunaan media sosial adalah perundungan atau cyber bullying. Perundungan secara online menjadi salah satu risiko yang sangat perlu diwaspadai. Sebab bukan tidak mungkin hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental anak. Jangan sampai si kecil menjadi korban atau pelaku perundungan.

Untuk itu, anak perlu diberi pemahaman mengenai risiko perundungan di jagat maya. Minta dia untuk berkomunikasi secara terbuka sehingga akan memudahkan Anda dalam mengontrolnya. Jika anak atau temannya menjadi korban, tunjukkan dukungan. Sebaliknya, jika anak terlibat menjadi pelaku perundungan maka ajarkan dia tentang empati dan tanggung jawab.

3. Ajari Anak Menyaring Informasi


Ajari Anak Menyaring Informasi
Freepik.com/pch.vector

Kemajuan teknologi menjadikan informasi bisa diakses dengan lebih mudah. Keterbukaan informasi yang tanpa filter bisa berdampak buruk pada si kecil, sebab tak semua informasi yang beredar sesuai kenyataan. Banyak berita hoaks yang bertebaran yang mana tak sedikit orang yang menelan mentah-mentah begitu saja informasinya.

Beri pemahaman pada si kecil agar tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Dorong anak untuk berpikir kritis dan memeriksa fakta informasi yang didapatnya. Ajarkan bahaya betapa cepatnya informasi palsu menyebar di media sosial.

4. Tidak Mudah Berinteraksi dengan Orang Asing


Tidak Mudah Berinteraksi dengan Orang Asing
Pixabay

Di media sosial orang-orang bisa berinteraksi secara luas bahkan hampir tanpa batas. Interaksi dengan orang-orang yang tidak dikenal sebelumnya pun sangat mungkin dilakukan. Sayangnya, tidak semua orang adalah orang yang baik. Hindarkan si kecil dari bahaya siber yang satu ini.

Jika memang ia berkenalan dengan orang baru, minta untuk terbuka kepada Anda sehingga Anda bisa mengawasi dan mengontrol perkembangannya. Beri dia pemahaman bahwa orang yang ia kenal di media sosial tidak selalu seperti apa yang ia lihat.

5. Beri Pemahaman Mengenai Batas Privasi


Beri Pemahaman Mengenai Batas Privasi
Pxhere

Privasi menjadi dasar hak asasi manusia di dunia daring yang harus dihargai. Konsep ini wajib diketahui oleh si kecil. Tanamkan pemahaman pada si kecil bahwa informasi pribadi wajib dijaga selayaknya benda berharga. Jangan biarkan ia dengan mudah berbagi informasi pribadi dengan orang lain di media sosial karena bisa memicu masalah keamanan.

Hal ini juga berlaku ketika si kecil ingin mendaftarkan diri pada aplikasi atau situs tertentu. Dorong ia membaca kebijakan privasinya sebab di dunia maya informasi pribadi dapat dengan mudah tersebar jika kita tidak pandai 'menutup pintu' rapat-rapat.

6. Ketahui Konten Berisiko


Ketahui Konten Berisiko
Pixabay

Inilah pentingnya mendampingi anak saat berselancar di dunia maya. Konten-konten yang tidak pantas bisa saja diakses si kecil dan jika ia tidak memiliki pemahaman yang cukup, bisa jadi akan menirunya. Si kecil perlu memahami konten yang berbahaya termasuk konten seksual yang tidak diinginkan maupun ujaran kebencian sehingga ia bisa menghindarinya.

7. Mengawasi Anak Agar Terhindar dari Sexting


Mengawasi Anak Agar Terhindar dari Sexting
Pxhere

Keberadaan pedofil di luar sana cukup mengancam keamanan si kecil, apalagi ditambah dengan mudahnya orang bertukar informasi di dunia maya. Awasi si kecil dan periksa apakah ia pernah dimintai seseorang untuk berbagi pesan, foto atau video seseorang atau dirinya sendiri, yang terkesan intim atau vulgar.

Itulah tadi tips-tips pengasuhan digital untuk anak. Di satu sisi, anak perlu dikenalkan pada teknologi agar ia tidak gaptek atau ketinggalan dari teman-temannya, namun di lain sisi Anda juga harus memastikan bahwa konten yang ia akses sesuai untuknya.

Untuk membantu mengawasi tumbuh kembang si kecil, tak ada salahnya Anda menginstal aplikasi yang bermanfaat seperti berikut ini. Selain itu bagi Anda yang ingin berlibur bareng si kecil, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimaknya di sini.

You can share this post!

Related Posts