Donald Trump Disebut Siap 'Comeback' Lewat Platform Media Sosialnya Sendiri
Instagram/realdonaldtrump
Dunia

Diketahui, Twitter menangguhkan akun Trump secara permanen dengan alasan 'risiko hasutan kekerasan lebih lanjut' usai sejumlah pendukungnya menyerbu Capitol AS.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump diketahui diblokir dari sejumlah platform media sosial seperti Twitter dan Facebook. Akun media sosial milik Trump ditangguhkan secara permanen pasca kerusuhan pendukung Trump di Capitol AS pada 6 Januari 2021 lalu yang menewaskan lima orang.

Kekinian, Trump disebut siap "comeback" di media sosial. Namun, pria berusia 74 tahun itu disebut bakal membuat platform media sosialnya sendiri.

Juru bicara sekaligus penasehat Trump, Jason Miller, menyatakan kepada Fox News bahwa mantan Presiden tersebut akan "kembali ke media sosial mungkin sekitar dua atau tiga bulan lagi." Miller menambahkan bahwa Trump akan "comeback" dengan "platformnya sendiri" yang diperkirakan bakal menarik "puluhan juta" pengguna baru.

"Ini adalah sesuatu yang menurut saya akan menjadi tiket terpanas di media sosial," tutur Miller kepada jurnalis Howard Kurtz, Minggu (21/3). "Ini akan benar-benar mendefinisikan ulang dunia media sosial, dan semua orang akan menunggu dan menonton untuk melihat apa yang dilakukan Presiden Trump, tetapi itu akan menjadi platformnya sendiri."


Menurut Miller, Trump telah didekati oleh banyak perusahaan dan sedang dalam pembicaraan dengan tim tentang platform media sosial baru tersebut. Miller menyatakan bahwa platform media sosial Trump ini akan menarik jutaan pengguna.

"Platform baru ini akan menjadi besar," kata Miller. "Semua orang menginginkan dia (Trump) dan dia akan membawa jutaan dan jutaan - puluhan juta - ke platform ini."

Sebelumnya, Chief Financial Officer (CFO) Twitter, Ned Segal, menyatakan bahwa larangan untuk Trump di platform media sosial tersebut bersifat permanen. Diketahui, Twitter mengambil langkah tegas dengan memblokir akun milik Trump usai sejumlah pendukungnya menyerbu Capitol AS. Pada saat itu, Twitter mengatakan secara permanen menangguhkan akun Trump "karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut."

Keputusan Twitter untuk memblokir Trump tersebut juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi lain. Facebook misalnya, melarang Trump membuat unggahan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts